Articles
UPAYA PENINGKATAN LAYANAN KONSULTASI KESEHATAN DENGAN TELEMEDICINE
Widuri, Asti;
Noor, Hafni Zuchra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.837 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4714
Abstrak: Sejak menyebarnya pandemi infeksi Covid-19 ke Indonesia maka dilakukan upaya pembatasan kegiatan di masyarakat termasuk pelayanan kesehatan. Dampak lain adalah keengganan masyarakat untuk keluar rumah karena disarankan tetap berada dirumah dan penurunan penghasilan karena melemahnya roda perekonomian. Kondisi diatas berpengaruh pada turunnya jumlah kunjungan pasien rumah sakit secara umum maupun khusus di Kucala Medical Center (KMC). Tujuan program pengabdian kemitraan ini untuk meningkatkan kunjungan pasien berupa pelayanan alternatif dengan memberikan konsultasi jarak jauh. Tahapan pengabdian yang dilakukan adalah: tahab pertama dengan pemberian sarana komputer dan internet, tahab kedua dengan pelatihan admin dan dokter, tahab ketiga dengan sosialisasi layanan dengan webinar dan video promosi. Hasil analisis kuesioner tentang pengetahuan dan minat masyarakat menunjukkan 63.8 % pasien sudah mengenal telemedicine, tetapi baru 27.7 % yang pernah menggunakan layanan. Setelah program pengabdian dilaksanakan disimpulkan bahwa telemedicine dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kunjungan KMC berdasar data kuesioner 88.9% masyarakat berminat untuk melakukan telemedicine.Abstract: Since the spread of COVID-19 pandemic to Indonesia, there were limitation of activity including health services. Another impact of the pandemic is the reluctance people to going out home decreased income due to weakening of economy. These conditions impact on patient quantity in general hospital and KMC clinic. Aim of the dedication community programs were to increase patient’s visit by develops the alternative types of services by providing long distance consultation. The steps activity of community services first provided computer and internet facility, second step was training for admin and doctors, thirst step was promotion with online webinar and video promotion. Results from questionnaire about knowledge and interest to telemedicine showed that people 63.8 %, respondent familiar with telemedicine but only 27.7 % had ever used the service. After the program concluded that telemedicine as an alternative for increased KMC visit according to questionnaire that 88.9% public were interested in doing telemedicine.
Mesentrial Cyst Lymphangioma in 3-Year-Old Girls: A Case Report
Hafni Zuchra Noor;
Nunik Agustriani
Berkala Kedokteran Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.433 KB)
|
DOI: 10.20527/jbk.v16i2.9227
Abstract: Mesenterial cysts are rare tumors, incidence 1: 100,000-200,000. We report the case and the treatment. Case report, 3-year-old woman with complaints of a lump in the abdomen. Complaints in the last 1 year ago, sometimes she felt pain, physical examination showed a lump of cystic impression with a size of ± 5x10 cm in the epigastric region, mobile, firm boundary. It can be diagnosed with a suspected intra-abdominal tumor with a mesenterial cyst, differential diagnosis of teratoma. Surgery was performed and a mass was found in retroperitoneal with a size of ± 20x5 cm up to the pelvic cavity, cystic and mobile, the mass could not be taken at all, we decided to do marsupialization, and left kidney is not visible. Postoperative diagnosis is retroperitoneal (type IV) mesenterial cyst lymphangioma with agenesis ren sinistra. Mesenterial cyst Lymphangioma is a tumor that is very rarely found and is benign. For a good prognosis, it depends on the type and therapy that is performed. Keywords: Mesenterial cyst lymphangioma, a tumor in children, mesenterial tumor
PENANGANAN CEDERA OLAHRAGA DENGAN METODE RICE
Meiky Fredianto;
Hafni Zuchra Noor
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.278 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.316
Olahraga merupakan suatu gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian dari tubuh yang melampui kemampuan tubuh untuk mengatasinya. Dari kegiatan olahraga tersebut bisa terjadi cedera, baik karena jatuh, benturan ataupun salah gerak. Cedera olahraga (sport injury) adalah segala macam cedera yang timbul, baik pada waktu latihan maupun pada waktu berolahraga (pertandingan) ataupun sesudah pertandingan. Cedera olahraga biasanya terkena pada bagian tulang, otot, tendo serta ligamentum. Metode RICE merupakan suatu metode penanganan cedera, yang bertujuan untuk mencegah cedera lebih lanjut dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan bekal keilmuan dalam bidang penanganan cedera olahraga dengan metode RICE pada Rukun Krida Muda (RKM) di Desa Guyangan, secara teoretis dan praktis dalam meningkatkan pengetahuan penanganan cedera olaharaga di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu 27 September 2020 di desa Guyangan, Nogotirto. Metode yang digunakan dengan sosialisasi dan pelatihan yang disampaikan kepada Rukun Krida Muda (RKM) secara langsung namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara tertib. Materi yang disampaikan pada sosialisasi ini adalah tentang penanganan cedera olahraga melalui dengan metode rice dan dilanjutkan pelatihan penanganan, didahului dengan sosialisasi sebelum diadakan pelatihan dan pengisian kuesioner di akhir kegiatan setelah mendapatkan perlakuan berupa sosialisasi. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang. Hasil Kegiatan pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1) kegiatan sosialisasi penanganan cedera olahrga dengan metode RICE terlaksana dengan baik yang ditunjukan dengan tingkat keaktifan bertanya peserta dan 2) kegiatan pelatihan terlaksana dengan baik, setelah diberikan kuesioner sebanyak 14 responden (70%) menunjukan kenaikan pemahaman penanganan cedera dan sebanyak 6 responden (30%) masih belum menunjukan kenaikan pemahaman yang signifikan. Dapat disimpulkan ada perbedaan pengetahuan tentang penanganaan cedera olahraga dengan metode RICE setelah melakukan pelatihan.
PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN DI KELUARGA
Hafni Zuchra Noor
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.544 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.36.325
Cedera karena kecelakaan, yang bisa meliputi apa saja mulai dari jatuh dan terbakar hingga luka, sering terjadi di rumah. Tingkat pengetahuan tentang kecelakaan yang dapat terjadi di keluarga, dapat memengaruhi sikap dan tindakan pertolongan pertama di rumah. Oleh karena itu, edukasi tentang pertolongan pertama kecelakaan di keluarga sangatlah penting, tidak hanya kepada ibu saja, tetapi kepada seluruh anggota keluarga. Diharapkan dengan pemberian bekal pengetahuan tentang pertolongan pertama kecelakaan di keluarga dapat menurunkan tingkat kesalahan dan keparahan dari kejadian kecelakaan di rumah dan juga dapat mencegah terjadinya hal tersebut. Pengabdian dilakukan dengan cara virtual melalui whatsapp group (WAG) dan memberikan paparan edukasi melalui video edukasi di youtube. Tiga puluh delapan peserta mengikuti edukasi dengan baik dan peserta diberikan sepuluh soal sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kepahaman peserta pengabdian terhadap pertolongan pertama kecelakaan di keluarga atau rumah tangga.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN KERJA BAGI SOPIR ANGKUTAN ONLINE DI MASA PANDEMI
Sherly Usman;
Hafni Zuchra Noor
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.254 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.644
Pandemi covid-19 berpengaruh terhadap pola berkendara sopir angkutan online. Pandemi menuntut sopir untuk lebih waspada dan taat pada keamanan diri pribadi dan protokol kesehatan dalam bekerja. Kegiatan mengantar konsumen dari berbagai daerah dengan riwayat kesehatan konsumen yang tidak diketahui, membuat sopir harus lebih meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan diri dan kesehatan berkendara. Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan diri dan berkendara dengan memberikan edukasi dan pendampingan mengenai manajemen kesehatan diri dan pedoman standar protokol berkendara. Kegiatan ini melibatkan kordinator komunitas sopir online sehingga tim pengabdian dapat berkordinasi dengan partisipan. Diawali dengan mengukur tingkat pengetahuan peserta terkait pengelolaan kesehatan diri dan protokol berkendara dengan memberikan soal pretes. Kegiatan selanjutnya pemberian materi dan edukasi secara online dan berkesinambungan. Buku modul pedoman pengelolaan kesehatan diri juga diberikan kepada masing masing sopir. Tahap akhir kegiatan adalah menilai tingkat pengetahuan sopir setelah melalui serangkaian pemberian materi dan edukasi dengan memberikan soal postes. Hasil analisa data menunjukkan peningkatan nilai dari rata-rata 72,14 saat screening pengetahuan menjadi rata-rata 83,57 ketika evaluasi postes. Dari hasil ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sopir online terhadap manajemen pengelolaan kesehatan diri dan protokol standar dalam berkendara. Dengan adanya kegiatan ini meningkatkan pengetahuan sopir angkutan online terhadap manajemen kesehatan diri dan protokol berkendara.
UPAYA PENINGKATAN LAYANAN KONSULTASI KESEHATAN DENGAN TELEMEDICINE
Asti Widuri;
Hafni Zuchra Noor
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.062 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5021
Abstrak: Sejak menyebarnya pandemi infeksi Covid-19 ke Indonesia maka dilakukan upaya pembatasan kegiatan di masyarakat termasuk pelayanan kesehatan. Dampak lain adalah keengganan masyarakat untuk keluar rumah karena disarankan tetap berada dirumah dan penurunan penghasilan karena melemahnya roda perekonomian. Kondisi diatas berpengaruh pada turunnya jumlah kunjungan pasien rumah sakit secara umum maupun khusus di Kucala Medical Center (KMC). Tujuan program pengabdian kemitraan ini untuk meningkatkan kunjungan pasien berupa pelayanan alternatif dengan memberikan konsultasi jarak jauh. Tahapan pengabdian yang dilakukan adalah: tahab pertama dengan pemberian sarana komputer dan internet, tahab kedua dengan pelatihan admin dan dokter, tahab ketiga dengan sosialisasi layanan dengan webinar dan video promosi. Hasil analisis kuesioner tentang pengetahuan dan minat masyarakat menunjukkan 63.8 % pasien sudah mengenal telemedicine, tetapi baru 27.7 % yang pernah menggunakan layanan. Setelah program pengabdian dilaksanakan disimpulkan bahwa telemedicine dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kunjungan KMC berdasar data kuesioner 88.9% masyarakat berminat untuk melakukan telemedicine.Abstract: Since the spread of COVID-19 pandemic to Indonesia, there were limitation of activity including health services. Another impact of the pandemic is the reluctance people to going out home decreased income due to weakening of economy. These conditions impact on patient quantity in general hospital and KMC clinic. Aim of the dedication community programs were to increase patient’s visit by develops the alternative types of services by providing long distance consultation. The steps activity of community services first provided computer and internet facility, second step was training for admin and doctors, thirst step was promotion with online webinar and video promotion. Results from questionnaire about knowledge and interest to telemedicine showed that people 63.8 %, respondent familiar with telemedicine but only 27.7 % had ever used the service. After the program concluded that telemedicine as an alternative for increased KMC visit according to questionnaire that 88.9% public were interested in doing telemedicine.
Pemberdayaan Kader dan Masyarakat dalam Hidup Sehat dan Terkontrol di Dukuh Sawah, Krambilsawit, Gunung Kidul
Hafni Zuchra Noor;
Imaniar Ranti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.53.1118
Penyakit kronis tidak menular seperti hipertensi dan diabetes merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi dalam masyarakat. Pengetahuan masyarakat tentang penyakit kronis tersebut masih kurang sehingga terlambat untuk deteksi awal, masih tidak mengetahui tentang manajemen terapi, serta cara mengontrol penyakit tersebut. Dalam Pandemi Covid-19 ini, penyakit hipertensi dan diabetes merupakan penyakit komorbid yang mampu memperburuk kondisi penderita, sehingga penting untuk masyarakat dapat memahami cara hidup sehat dengan penyakit tersebut. Selain itu, penggunaan masker dan cuci tangan di Dukuh Sawah masih jarang dilakukan, hal tersebut dapat meningkatkan penularan Covid-19. Pengabdian ini bertujuan agar masyarakat Dukuh Sawah mampu hidup dengan lebih sehat dan terkontrol dan lebih siap dalam mengurangi angka penularan virus Covid-19. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu penyuluhan dan edukasi tentang penyakit hipertensi, diabetes dan juga pemakaian masker serta cuci tangan, sebelumnya dilakukan pre-test dan setelahnya dilakukan post-test. Penyuluhan dan edukasi diikuti dengan baik oleh 27 warga Dukuh Sawah dan hasil evaluasi melalui post-test terdapat peningkatan sebanyak 38%.
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERALATAN BEDAH MINOR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UMY
Asyifa Fatimah Hayati;
Hafni Zuchra Noor
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.641
Prosedur pembedahan minor memerlukan suatu instrument yaitu alat bedah minor untuk memudahkan tindakan. Keterampilan bedah minor merupakan kompetensi sesuai SKDI yang harus dimiliki seorang mahasiswa kedokteran. Pengetahuan yang baik mengenai jenis dan fungsi peralatan minor merupakan kewajiban bagi mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbadingan pengetahuan mahasiswa Program Studi Kedokteran UMY mengenai peralatan bedah minor. Desain penelitian ini menggun akan metode deskriptif-komparatif dengan desain studi cross sectional menggunakan instrument kuesioner. Responden yang memenuhi kriteria inklusi mengisi kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan pertanyaan mengenai jenis dan fungsi peralatan bedah minor. Data penelitian menggunakan data primer dan dioleh menggunakan analisis uji Kolmogorov Smirnov. Pada penilitian ini didapat hasil angkatan 2019 dengan tingkat pengetahuan baik 6 orang (13,9%), cukup 30 orang (69,8%), dan buruk 7 orang (16,3%). Angkatan 2020 dengan tingkat pengetahuan baik 9 orang (20,5%), cukup 18 orang (40,9%), dan buruk 17 orang (38,6%). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan angkatan 2019 dan 2020 dengan p=0,227 (p>0,05). Berdasarkan jenis kelamin terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan p=0,048 (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa Program Studi Kedokteran UMY angkatan 2019 dengan angkatan 2020, namun berdasarkan jenis kelamin terdapat perbedaan yang signifikan.
Hubungan Faktor Risiko Hernia Inguinalis Terhadap Kejadian Hernia Inguinalis Di Rsud Dr. Soeselo Kabupaten Tegal
Hafni Zuchra Noor;
Muchammad Fajrul Falach
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v4i2.754
Semua pekerjaan yang dilakukan manusia dari ringan sampai berat dapat menyebabkan risiko dinding jaringan penyangga melemah dan apabila pada pekerjaan angkat berat yang dilakukan dalam jangka waktu lama dengan frekuensi terus menerus dapat menyebabkan risiko lemahnya dinding perut Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor risiko hernia inguinalis yaitu beban kerja fisik, usia, dan obesitas dengan kejadian hernia inguinalis di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian observational dengan pendekatan retrospektif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 80 pasien hernia inguinalis. Variabel independen pada penelitian ini yaitu adalah beban kerja fisik, usia, dan obesitas. Sedangkan variabel dependen penelitian ini adalah hernia inguinalis. Penelitian dilakukan secara online dan di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 – September 2021Hasil penelitian didapatkan pasien hernia inguinalis bilateral sebanyak 13 pasien dan hernia inguinalis unilateral sebanyak 67 pasien. Hasil uji statistik didapatkan terdapat hubungan beban kerja fisik dengan kejadian hernia inguinalis dengan nilai p=0,026. Terdapat hubungan usia dengan kejadian hernia inguinalis dengan kejadian hernia inguinalis dengan nilai p=0,002. Terdapat hubungan obesitas dengan kejadian hernia inguinalis dengan nilai p=0,026. Kesimpulan peneliian ini menunjukan terdapat hubungan antara faktor risiko hernia inguinalis yaitu beban kerja fisik, usia, dan obesitas dengan kejadian hernia inguinalis di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal.
Ovarian cyst mimicking acute appendicitis in children: a case report
Noor, Hafni Zuchra;
Wahyuni, Alfaina;
Retnowati, Sulistiari
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/sainsmed.v15i1.31564
Pediatric acute appendicitis is common; however, it is different from torsion ovarian cysts. The estimated incidence of ovarian torsion in children is 5 per 100,000 girls. Herein, we report two cases of ovarian torsion mimicking pediatric acute appendicitis mimicking ovarian cyst. In the first case, a girl who was being assessed for acute appendicitis was identified to have torsion of the ovarian cyst during the surgery. In the second case, a girl experienced a ruptured ovarian cyst but then got severe appendicitis following the surgical procedure. The simultaneous occurrence of appendicitis and ovarian cysts is rare. These two patients' acute gastrointestinal complaints and symptoms exhibit similarities and may coincide. Both patients underwent salpingo-oopherectomy and appendectomy. Both patients were healthy on hospital discharge in a healthy condition. Female patients with severe abdominal pain and amenorrhea should be evaluated for ovarian torsion. Diagnosing the condition may be challenging due to non-specific clinical signs.