Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kasus Produksi Bahasa Pada Anak Usia Dini: Perbandingan Aspek Morfologis Antara Anak dengan Perkembangan Normal dan Keterlambatan Bicara Fariska Putri Rahayu; Insyiroh, Iin; Nugroho, Bivit Anggoro Prasetyo
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 4 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v1i4.2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan produksi bahasa dalam aspek morfologis, khususnya afiksasi, antara anak dengan perkembangan bahasa normal dan anak dengan keterlambatan bicara pada usia 5-6 tahun, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan produksi morfologis tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan dua subjek: CD (anak dengan perkembangan normal) dan FZ (anak dengan keterlambatan bicara). Data dikumpulkan melalui observasi tuturan spontan, tes gambar dan video, serta wawancara orang tua untuk mengidentifikasi pola penggunaan afiksasi dalam konteks natural. Hasil penelitian menunjukkan CD mampu memproduksi 11 dari 11 kata berimbuhan dengan tepat, menguasai prefiks ber-, me-, dan ter- secara konsisten dalam berbagai konteks komunikasi. Sebaliknya, FZ hanya menghasilkan 3 dari 11 kata berimbuhan dengan ketergantungan penuh pada stimulus orang tua, cenderung menggunakan bentuk dasar seperti "sapu", "masak", "lari", dan "lompat" tanpa variasi morfologis. Faktor internal yang memengaruhi meliputi kepribadian pemalu, kemampuan kognitif linguistik belum matang, dan ketergantungan pada imitasi. Faktor eksternal meliputi minimnya stimulasi verbal, keterbatasan interaksi sosial, pola asuh kurang mendorong eksplorasi bahasa, dan terbatasnya model bahasa di lingkungan. Penelitian ini memberikan implikasi pentingnya intervensi dini yang berfokus pada pengayaan stimulasi verbal dan interaksi komunikatif untuk mendukung perkembangan morfologis anak dengan keterlambatan bicara.