Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Poster Kampanye Digital #Pantangplastik oleh Greenpeace Indonesia Sebagai Alat Komunikasi Sosial Azzahra, Intan; Saputra, Anggo
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i1.5337

Abstract

Manusia sang Studi kasus ini menganalisis konten kampanye #PantangPlastik yang diunggah oleh akun Instagram @greenpeaceid untuk melihat bagaimana Instagram berfungsi sebagai platform digital untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan analisis visual dan studi kasus. Fokus penelitian adalah poster kampanye digital yang berbicara tentang pengurangan sampah plastik. Fokus penelitian adalah elemen desain komunikasi visual, yang mencakup standar desain, tipografi, warna, dan ilustrasi, serta seberapa efektif pesan visual sebagai alat komunikasi sosial. Data diperoleh dengan melihat unggahan Instagram yang relevan dan didukung oleh penelitian sebelumnya tentang desain komunikasi visual dan kampanye digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram adalah platform yang efektif untuk kampanye online pelestarian lingkungan. Konten visual yang disediakan oleh @greenpeaceid memiliki kemampuan untuk menarik perhatian audiens dan mendorong keterlibatan publik, seperti yang ditunjukkan oleh banyak tanda suka dan komentar. Hasilnya menunjukkan bahwa poster kampanye digital dengan strategi visual yang tepat dapat berfungsi sebagai alat komunikasi sosial yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan. Ini terutama berkaitan dengan upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Rebranding Twitter Menjadi X dan Dampaknya pada Citra Merek Setiyohadi, Alzena; Saputra, Anggo
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 2 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i2.5371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip semiotika dalam perubahan identitas visual Twitter menjadi X serta dampaknya terhadap persepsi visual dan makna yang dirasakan pengguna. Metode yang digunakan berupa analisis deskriptif dengan pendekatan semiotika untuk menafsirkan perubahan tanda, simbol, warna, dan bentuk pada logo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logo lama Twitter merepresentasikan kesan komunikatif, ramah, dan terbuka melalui bentuk organik burung serta penggunaan warna biru yang menenangkan dan membangun rasa percaya. Sebaliknya, logo X menampilkan karakter visual yang lebih tegas, rasional, dan futuristik melalui bentuk geometris sederhana dengan kontras warna hitam dan putih yang kuat. Pergeseran elemen visual tersebut memperkuat citra perusahaan sebagai entitas teknologi modern yang berorientasi masa depan, namun sekaligus mengurangi kedekatan emosional yang sebelumnya dirasakan pengguna terhadap identitas Twitter. Perubahan ini menunjukkan bahwa transformasi visual dalam proses rebranding dapat memengaruhi pengalaman psikologis, tingkat kenyamanan, serta hubungan simbolik antara pengguna dan merek. Temuan penelitian menegaskan bahwa perubahan tanda visual tidak hanya berdampak pada aspek estetika, tetapi juga membentuk cara masyarakat memaknai, merasakan, dan berinteraksi dengan identitas merek di ruang digital. Dengan demikian, pendekatan semiotika menjadi kerangka penting untuk memahami konsekuensi makna dari transformasi identitas visual serta implikasinya bagi strategi komunikasi merek yang adaptif dan berkelanjutan. Hasil ini juga membuka peluang penelitian lanjutan yang mengkaji respon pengguna secara kuantitatif, perbandingan lintas platform, serta hubungan antara perubahan identitas visual dan loyalitas merek dalam jangka panjang pada ekosistem media sosial yang terus berkembang. Temuan tersebut dapat menjadi dasar perumusan strategi desain yang lebih peka terhadap kebutuhan emosional pengguna di masa depan.