Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip semiotika dalam perubahan identitas visual Twitter menjadi X serta dampaknya terhadap persepsi visual dan makna yang dirasakan pengguna. Metode yang digunakan berupa analisis deskriptif dengan pendekatan semiotika untuk menafsirkan perubahan tanda, simbol, warna, dan bentuk pada logo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logo lama Twitter merepresentasikan kesan komunikatif, ramah, dan terbuka melalui bentuk organik burung serta penggunaan warna biru yang menenangkan dan membangun rasa percaya. Sebaliknya, logo X menampilkan karakter visual yang lebih tegas, rasional, dan futuristik melalui bentuk geometris sederhana dengan kontras warna hitam dan putih yang kuat. Pergeseran elemen visual tersebut memperkuat citra perusahaan sebagai entitas teknologi modern yang berorientasi masa depan, namun sekaligus mengurangi kedekatan emosional yang sebelumnya dirasakan pengguna terhadap identitas Twitter. Perubahan ini menunjukkan bahwa transformasi visual dalam proses rebranding dapat memengaruhi pengalaman psikologis, tingkat kenyamanan, serta hubungan simbolik antara pengguna dan merek. Temuan penelitian menegaskan bahwa perubahan tanda visual tidak hanya berdampak pada aspek estetika, tetapi juga membentuk cara masyarakat memaknai, merasakan, dan berinteraksi dengan identitas merek di ruang digital. Dengan demikian, pendekatan semiotika menjadi kerangka penting untuk memahami konsekuensi makna dari transformasi identitas visual serta implikasinya bagi strategi komunikasi merek yang adaptif dan berkelanjutan. Hasil ini juga membuka peluang penelitian lanjutan yang mengkaji respon pengguna secara kuantitatif, perbandingan lintas platform, serta hubungan antara perubahan identitas visual dan loyalitas merek dalam jangka panjang pada ekosistem media sosial yang terus berkembang. Temuan tersebut dapat menjadi dasar perumusan strategi desain yang lebih peka terhadap kebutuhan emosional pengguna di masa depan.