Pendidikan karakter Islami menjadi aspek strategis dalam membentuk generasi Indonesia yang berakhlak mulia, religius, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, peran guru dan stakeholder, serta dampak pendidikan karakter Islami dalam kebijakan kurikulum nasional. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari dokumen resmi kebijakan kurikulum nasional, buku, jurnal, dan literatur terkait pendidikan karakter Islami. Analisis dilakukan melalui teknik isi (content analysis) dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseptualisasi pendidikan karakter Islami mencakup dimensi spiritual, moral, dan sosial yang diintegrasikan secara holistik dalam kurikulum. Implementasi nilai-nilai karakter Islami dilakukan melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, integrasi nilai dalam mata pelajaran umum, program ekstrakurikuler, pembiasaan perilaku positif, serta penggunaan media dan teknologi pembelajaran yang relevan. Peran guru sebagai teladan, kepala sekolah sebagai penggerak budaya sekolah, dan keterlibatan orang tua serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan pendidikan karakter. Dampak pendidikan karakter Islami terlihat pada peningkatan religiusitas, moralitas, empati, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial peserta didik. Meskipun terdapat tantangan, seperti perbedaan nilai antara lingkungan sekolah dan luar sekolah serta pengaruh media digital, integrasi pendidikan karakter dengan literasi digital dan sinergi ekosistem pendidikan diyakini mampu meningkatkan efektivitasnya. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan karakter Islami melalui kebijakan kurikulum nasional tidak hanya memperkuat prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang matang secara moral, sosial, dan spiritual, siap menghadapi tantangan global dengan integritas yang kuat.