Penelitian ini bertujuan sebagai wadah untuk melestarikan warisan kuliner tradisonal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat lombok melalui kegiatan ”lomba jajante dengan sasak” di TK Hamzawnwadi pancor. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada fenomena menurunnya pengetahuan anak terhadap makanan tradisional karena pengaruh dari perkembangan teknologi sehingga meningkatnya makanan cepat saji. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi edukatif yang mampu menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sehingga Lomba jajante dengan sasak di rancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi menghias jajanan tradisional, juga sebagai media pembelajaran partisipatif yang melibatkan anak, guru, dan orang tua. Kegiatan ini menggunakan metode pelaksanaan seperti persiapan, pelaksaaan, penilaian dan pengumuman juara lomba. Persiapan dilakukan untuk mempersiapkan dan melengkapi segala kebutuhan lomba. Pelaksaan merupakan bagian penting dari keberlangsungan lomba. Sedangkan Penilaian dan pengumuman juara sebagai proses seleksi peserta terbaik yang sesuai dengan kriteria penilaian. Selain itu dilakukan dokumentasi berupa foto sebagai bukti terlaksananya program jajante dengan sasak. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa lomba jajante dengan sasak berhasil menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan dimana anak tidak hanya mengenal berbagai jenis jajanan tradisional cerorot, getuk, kelepon, abuk dan lainnya tetapi juga mengenal nilai budaya didalamnya. Kegiatan ini memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kolaborsi antara sekolah dan masyarakat