Jambu kristal merupakan salah satu komoditas hortikultura yang diminati masyarakat Indonesia. Salah satu kendala yang ditemui pada budidaya jambu kristal ialah adanya serangan lalat buah (Bactrocera spp.). Alternatif pengendalian lalat buah yang ramah lingkungan salah satunya dengan pemanfaatan agen hayati seperti jamur entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi jamur entomopatogen yang menyerang lalat buah (Bactrocera spp.) pada tanaman jambu kristal di berbagai ketinggian tempat di Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Februari 2025 di tiga lokasi dengan ketinggian berbeda, yaitu: Desa Karyamukti Kabupaten Sumedang (dataran rendah, 63 mdpl), Desa Cikadu Kabupaten Subang (dataran sedang, 547 mdpl) dan Desa Cimaung Kabupaten Bandung (dataran tinggi, 873 mdpl). Isolasi jamur entomopatogen dilakukan di Laboratorium Pestisida Mikroba menggunakan metode umpan dengan ulat hongkong (Tenebrio molitor). Hasil penelitian menunjukkan adanya dua spesies jamur entomopatogen, yaitu Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana. Indeks keanekaragaman berkisar 0,17-0,42 (rendah) dengan nilai keanekaragaman paling rendah di dataran tinggi, Indeks dominansi berkisar 0,37-0,64 (rendah-sedang) dengan dominansi paling tinggi di dataran sedang oleh B. bassiana, indeks kemerataan 0,25-0,60 (rendah-sedang) dan indeks kekayaan 0,37-0,59 (rendah). Temuan ini menunjukkan faktor lingkungan dan praktik budidaya memengaruhi indeks ekologi pada lokasi dengan ketinggian berbeda yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan pengendalian hayati lalat buah.