Tujuan dari ipenelitian iiini untuk menelaah kebiasaan higiene serta sanitasi pada keluarga bisa bikin risiko stunting di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Stunting sekarang jadi masalah gizi serius di Indonesia dan efeknya besar untuk tumbuh dan kembang fisik serta mental pada anak. Menurut data dari Studi Kesehatan Dasar 2018, jumlah anak stunting di Indonesia menembus angka 30,8%, dengan banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk sulitnya akses mendapatkan gizi yang cukup, buruknya sanitasi, serta kebiasaan higiene yang tidak optimal. Penelitian menggunakan Metode mixed methods, yaitu gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh menggunakan kuesioner yang mana mengukur kebiasaan higiene, sanitasi, dan prevalensi stunting pada anak, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga yang mempunyai anak berusia balita dan batita. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di Kelurahan Pagar Dewa memiliki kebiasaan higiene yang cukup baik, namun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapannya karena keterbatasan akses terhadap air bersih dan sabun. Dalam aspek sanitasi, sekitar 80,2% keluarga memiliki sanitasi lingkungan yang kurang memadai, dengan masalah utama pada pengelolaan sampah, pembuangan limbah yang terbuka, dan kualitas air yang buruk. Kebiasaan higiene yang baik, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan mulut, dan memotong kuku, serta sanitasi lingkungan yang layak, terbukti berperan penting dalam pencegahan penyakit yang dapat menyebabkan stunting. Kata kunci: Stunting, Higiene, Sanitasi Lingkungan, Keluarga Berisiko Stunting.