Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SRQ-29 SEBAGAI ALAT SKRINING GANGGUAN MENTAL REMAJA: STUDI PREVALENSI PADA MAHASISWA SARJANA FAKULTAS KEDOKTERAN Tatius , Bintang; Suprihartini
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gangguan mental sering dialami mahasiswa kedokteran dengan prevalensi global depresi dan kecemasan hingga 40%. Oleh karena beban akademik yang tinggi, skrining rutin diperlukan untuk deteksi dini dan penatalaksanaan gangguan mental. Tujuan: Menentukan prevalensi dan faktor yang berhubungan dengan gangguan mental mahasiswa kedokteran. Metode: Penelitian observasional analitik ini diikuti oleh 367 mahasiswa S1 kedokteran di kota semarang. Instrumen SRQ-29 dan data demografi digunakan untuk mengkaji distress emosional, penggunaan zat psikoaktif, gejala psikotik, trauma, dan data diri. Analisis data dengan SPSS dilakukan untuk menyajikan data prevalensi dan faktor yang berhubungan dengan gangguan mental (uji chi square dengan p<0.05). Hasil: Sebanyak 101 mahasiswa (27,5%) menunjukkan gejala distress emosional (depresi, ansietas, maupun campuran keduanya), dengan prevalensi tertinggi pada mahasiswa tahun kedua (42,1%). Penggunaan zat psikoaktif ditemukan pada 8 mahasiswa (2,2%), gejala psikotik pada 21 mahasiswa (5,7%), dan stress pasca trauma pada 65 mahasiswa (17,7%). Domisili luar kota (p=0.005) dan tinggal sendiri (p=0.048) merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan emosi. Kesimpulan: Skrining dengan SRQ-29 menunjukkan lebih dari satu perempat mahasiswa S1 kedokteran mengalami masalah gangguan mental. Skrining berkala perlu dilakukan guna membantu diagnosis dan intervensi dini.