Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Deskriptif Dukungan Sosial yang Diperoleh Caregiver Informal dalam Perawatan Lansia dengan Penyakit Kronis Setyobudi, Yustina Emi; Luhung, Monika; Nurwiyono, Anang
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.457

Abstract

Prevalensi lansia di tingkat global dan nasional terus meningkat, sehingga kebutuhan perawatan jangka panjang, terutama bagi lansia dengan penyakit kronis, juga semakin besar. Caregiver informal memiliki peran penting dalam perawatan lansia, namun sering menghadapi beban fisik, emosional, dan sosial. Dukungan sosial merupakan faktor protektif yang dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis caregiver dan kualitas perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran dukungan sosial yang diterima caregiver informal dalam merawat lansia dengan penyakit kronis di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan metode deskriptif. Populasi penelitian ini berjumlah 85 responden. Sampel berjumlah 85 caregiver informal, teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar caregiver berjenis kelamin perempuan (83,5%), berusia 36–55 tahun, dan mayoritas tinggal serumah dengan lansia (77,6%). Tingkat dukungan sosial yang diperoleh responden bervariasi, dengan 57,6% berada pada kategori tinggi, 34,1% sedang, dan 8,2% rendah. Sumber utama dukungan berasal dari keluarga (87,1%), kemudian seseorang spesial atau significant others (64,7%), sementara dukungan dari teman relatif rendah (22,4%). Hal tersebut menunjukkan bahwa caregiver informal di Desa Gunungronggo memperoleh dukungan sosial yang baik, khususnya dari keluarga, yang berperan besar dalam menjaga ketahanan psikologis dan efektivitas caregiving. Namun, rendahnya dukungan dari teman menunjukkan adanya keterbatasan jejaring sosial di luar keluarga. Oleh karena itu, perlu melaksanakan pembentukan komunitas caregiver berbasis desa serta peningkatan peran kader kesehatan untuk memperkuat dukungan sosial, mencegah isolasi, dan mengurangi beban caregiver. Kata kunci: lansia, caregiver informal, dukungan sosial, penyakit kronis
Pemberdayaan caregiver dalam menghadapi kegawatdaruratan lansia dengan hipertensi di lembaga kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Sugiyanto, Sugiyanto; Nurwiyono, Anang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.36181

Abstract

Abstrak Hipertensi pada lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) berisiko tinggi berkembang menjadi kondisi kegawatdaruratan jika tidak terpantau dengan baik. Caregiver memegang peran vital, namun sering kali memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai tanda krisis hipertensi dan manajemen awal kegawatdaruratan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi caregiver dalam deteksi dini krisis hipertensi, manajemen obat, dan dukungan psikososial. Metode pelaksanaannya adalah edukasi bertahap dan simulasi kasus dengan desain one-group pretest-posttest pada 14 caregiver di LKS LU X. Evaluasi efektivitas diukur menggunakan kuesioner 15 item dan dianalisis menggunakan Normalized Gain (N-Gain). Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari rata-rata pre-test 51,9 menjadi post-test 77,2. Rata-rata N-Gain sebesar 0,45 (kategori Sedang), dengan dua caregiver mencapai kategori Tinggi (>0,7). Selain peningkatan kapasitas pengetahuan, kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa poster edukasi mengenai alur penanganan kegawatdaruratan hipertensi yang dipasang di area LKS LU sebagai panduan mandiri bagi caregiver. Program ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan caregiver dalam situasi darurat, namun pendampingan berkelanjutan diperlukan bagi caregiver dengan latar belakang non-kesehatan untuk retensi pengetahuan yang optimal. Kata kunci: hipertensi; kegawatdaruratan; lansia; pengasuh. Abstract Hypertension in elderly people in nursing homes (LKS LU) is at high risk of developing into an emergency condition if not monitored properly. Caregivers play a vital role, but often have limited knowledge about the signs of a hypertensive crisis and initial emergency management. This service aims to improve the competence of caregivers in the early detection of hypertensive crises, medication management, and psychosocial support. The method used was gradual education and case simulations with a one-group pretest-posttest design involving 14 caregivers at the LKS LU. Effectiveness was evaluated using a 15-item questionnaire and analysed using Normalised Gain (N-Gain). The results showed a significant increase in knowledge scores from a pre-test average of 51.9 to a post-test average of 77.2. The average N-Gain was 0.45 (Moderate category), with two participants reaching the High category (>0.7). In addition to the increase in knowledge capacity, this program also produced an educational poster regarding the emergency management flow of hypertension, which was installed in the nursing home area as a self-guidance for caregivers. This programme proved effective in improving caregivers' preparedness in emergency situations, but ongoing support is needed for caregivers with non-health backgrounds to ensure optimal knowledge retention. Keywords: caregiver; emergency; hypertension; older-adults.
Pemberdayaan kader kesehatan dalam pendampingan screening dan monitoring Ankle-Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes mellitus Syukkur, Achmad; Nurwiyono, Anang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37871

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat (PkM) berjudul “Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pendampingan Screening dan Monitoring Ankle-Brachial Index (ABI) pada Penderita Diabetes Mellitus” dilaksanakan di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan guna meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini komplikasi Penyakit Arteri Perifer (PAD) pada pasien DM. Angka penderita Diabetes Mellitus (DM) di Desa Pandansari cukup tinggi, namun pengetahuan masyarakat mengenai deteksi dini komplikasi penyakit arteri perifer (PAD) masih rendah. Meskipun kader kesehatan telah aktif di posyandu dan posbindu, mereka belum memiliki keterampilan khusus dalam mendampingi screening serta monitoring Ankle-Brachial Index (ABI). Permasalahan mitra meliputi tingginya jumlah penderita DM, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini PAD, serta keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan sistem pendampingan kader dalam melakukan screening dan monitoring ABI. Program dilaksanakan melalui edukasi tentang DM dan komplikasinya, pelatihan teknis pemeriksaan ABI, serta pembekalan pencatatan hasil secara sistematis. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 45,45% (dari skor 55,00 menjadi 80,00) dan peningkatan keterampilan praktik sebesar 42,22% (dari 56,25 menjadi 80,00). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM efektif meningkatkan kompetensi kader sebagai agen edukasi dan pendamping dalam pencegahan komplikasi DM di tingkat komunitas. Kata kunci: diabetes mellitus; kader kesehatan; penyakit arteri perifer; screening dan monitoring; Ankle-Brachial Index (ABI). Abstract The Community Partnership Program (PkM) entitled “Empowering Community Health Volunteers in Assisting the Screening and Monitoring of the Ankle-Brachial Index (ABI) among Patients with Diabetes Mellitus” was implemented in Pandansari Village, Poncokusumo Subdistrict, Malang Regency. This program aimed to enhance the capacity of community health volunteers in the early detection of complications related to Peripheral Artery Disease (PAD) among patients with Diabetes Mellitus (DM). The prevalence of DM in Pandansari Village is relatively high; however, community awareness regarding the early detection of PAD complications remains low. Although community health volunteers are actively involved in integrated health services (posyandu and posbindu), they lack specific skills in assisting with ABI screening and monitoring. The partner-related problems included the high number of DM cases, limited community knowledge regarding early PAD detection, and insufficient knowledge, skills, and structured mentoring systems among volunteers for conducting ABI screening and monitoring. The program was conducted through health education on DM and its complications, technical training on ABI measurement, and capacity building in systematic documentation of examination results. Evaluation using pretest and posttest demonstrated a 45.45% increase in volunteers’ knowledge (from a mean score of 55.00 to 80.00) and a 42.22% improvement in practical skills (from 56.25 to 80.00). These findings indicate that the program was effective in improving volunteers’ competencies as educators and facilitators in preventing DM complications at the community level. Keywords: diabetes mellitus; community health volunteers; peripheral artery disease; screening and monitoring; Ankle-Brachial Index (ABI).