Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI DAN PRAKTIK MAGOT FARMING SEBAGAI SOLUSI EKONOMI BERKELANJUTAN (SDGS) DI DESA BRESELA, GIANYAR, BALI Agus Purusa Dharma; Andi Nur Azima; Ni Kadek Widya Ristya Dewi; Nyoman Bagus Rama Wiradarma; I Putu Krisna Ari Widiantara; Anak Agung Adi Wiryya Putra
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah organik, khususnya sisa rumah tangga dan limbah pertanian, menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Desa Bresela. Metode konvensional seperti penimbunan dan pembakaran tidak sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pilar ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim). Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat Wantilan Desa Bresela melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan praktik Magot Farming (budidaya larva Black Soldier Fly / BSF, Hermetia illucens) sebagai solusi inovatif yang bersifat sirkular. Metode pelaksanaan meliputi: (1) Sosialisasi teoritis tentang konsep 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant) dan potensi BSF, (2) Pelatihan teknis meliputi pemeliharaan indukan, penetasan telur, dan pembesaran magot, serta (3) Pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat (kenaikan skor rata-rata pre-test dan post-test sebesar 35%) dan terbentuknya kelompok budidaya magot mandiri. Selain mereduksi volume sampah organik hingga 60% per hari di area percontohan, magot yang dihasilkan berhasil diolah menjadi pakan ternak berprotein tinggi (40-50%) dan kasgot (bekas magot) sebagai pupuk organik. Program ini terbukti efektif dalam mendukung ketahanan pangan lokal, menciptakan peluang ekonomi baru, dan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, serta ekonomi menuju Desa Berkelanjutan.