Manajemen kinerja dan praktik pemberian umpan balik merupakan komponen esensial dalam keberlangsungan organisasi, namun penerapan umpan balik berkelanjutan (continuous feedback) dalam lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) masih menghadapi berbagai hambatan yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam implementasi continuous feedback pada struktur kepengurusan BEM melalui studi literatur dengan pendekatan analisis tematik terhadap beragam sumber ilmiah dan laporan praktik organisasi kemahasiswaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah tantangan utama yang menghambat efektivitas penerapannya. Tantangan kultural muncul dalam bentuk budaya sungkan, kecenderungan menghindari kritik terbuka, serta dominasi pola komunikasi informal. Tantangan struktural terkait dengan masa jabatan yang relatif singkat, pergantian pengurus yang cepat, dan belum adanya sistem evaluasi kinerja yang terintegrasi. Di sisi lain, tantangan teknis dan sumber daya meliputi keterbatasan waktu, kurangnya kompetensi dalam memberikan umpan balik yang konstruktif, serta belum tersedianya sarana formal untuk menyalurkan masukan secara sistematis. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas penerapan continuous feedback sangat ditentukan oleh kesiapan budaya organisasi, kapasitas individu, dan dukungan struktural yang konsisten. Pemahaman terhadap dinamika tantangan tersebut menjadi landasan penting untuk merancang strategi dan kebijakan praktis yang dapat memperkuat sistem umpan balik dan mendorong peningkatan kinerja organisasi di lingkungan BEM Universitas Muhammadiyah Lamongan.