This study aims to analyze the influence of the Human Development Index (HDI), wages, poverty, and economic growth on the open unemployment rate (TPT) in Bojonegoro Regency in the 2011-2024 period. The high open unemployment rate in this area is a serious challenge in realizing the stability of economic development. The research uses a quantitative approach with the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method to test the short-term and long-term relationships between variables. The data used is secondary time series data sourced from the Bojonegoro Regency Statistics Agency. The results show that in the short and long term, the HDI variable has a positive and significant effect on the open unemployment rate. Meanwhile, the variables of wages, poverty, and economic growth each have an insignificant influence on the open unemployment rate in both the short and long term. This finding indicates that although the quality of life of the community has improved (indicated through the HDI), it has not been fully accompanied by a decrease in unemployment due to the mismatch of skills with labor market needs. The results of this study are expected to be a strategic input for local governments in formulating employment and economic development policies that are more inclusive and sustainable. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IPM, upah, kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap TPT di Kabupaten Bojonegoro periode 2011–2024, serta menilai peran TPT dalam mewujudkan stabilitas pembangunan ekonomi. Tingginya angka pengangguran terbuka di daerah ini menjadi tantangan serius dalam mewujudkan stabilitas pembangunan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menguji hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar variabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara jangka pendek dan jangka panjang, variabel IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sementara itu, variabel upah, kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi masing-masing memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kualitas hidup masyarakat meningkat (ditunjukkan melalui IPM), hal tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan penurunan angka pengangguran akibat ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.