This Author published in this journals
All Journal J-CEKI
Idrus Alawi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode Tatbiqul Qiro’ah dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Siswa di Pendidikan Diniyah Formal Zainul Hasan Genggong Probolinggo Idrus Alawi; Zaenu Zuhdi; Wahyudi Widodo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14524

Abstract

Kemampuan baca kitab kuning esensial di pesantren dan diniyah formal, namun siswa sering kesulitan memahami teks Arab gundul dan mengaplikasikan nahwu-sharaf. Tantangan ini menghambat pencapaian tujuan pendidikan diniyah. Penelitian ini berfokus pada metode Tatbiqul qiro’ah (praktik langsung dan aplikasi kaidah kontekstual) sebagai solusi potensial, dilakukan di Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang mengintegrasikan pendidikan salaf dan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peningkatan kemampuan baca kitab kuning siswa setelah penerapan metode ini, mendeskripsikan penerapan metode Tatbiqul qiro’ah pada siswa PDF Zainul Hasan Genggong Probolinggo, dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode Tatbiqul qiro’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif (studi kasus) di PDF Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Subjek meliputi kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi (termasuk pre-test dan post-test). Data kuantitatif mengukur peningkatan kemampuan, sementara data kualitatif menganalisis implementasi dan faktor pengaruhnya. Analisis data interaktif mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penerapan metode Tatbiqul Qiro’ah di PDF Zainul Hasan Genggong terbukti efektif meningkatkan kemampuan siswa membaca kitab kuning, terutama dalam hal ketepatan harakat, kelancaran, dan pemahaman. Keberhasilan ini didukung oleh komitmen lembaga, guru, dan tradisi pesantren. Meskipun ada tantangan seperti variasi penguasaan nahwu-sharaf dan keterbatasan pengajar, pihak lembaga justru menjadikannya motivasi untuk terus berinovasi.