Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jenis Tindak Tutur dan Prinsip Kesantunan dalam Film Pendek Es Krim Terakhir dari Ayah Rahmawati, Eka; Fatwa, Anissa Nur; Lestari, Elsa Aulia; Nadyatunnisa, Gina; Ruslan, Titin Setiartin
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/jbs.v13i1.697

Abstract

This study examines the types of speech acts and politeness principles found in the short film “Es Krim Terakhir dari Ayah | Bensurvive Series,” released on the MOP Channel in 2024. The research is motivated by the need to understand family communication patterns represented through audiovisual media that portray language use within real-life contexts. Using a descriptive qualitative method, data were collected through observation and note-taking, then analyzed using Searle’s classification of speech acts and Leech’s politeness principles. The results show 48 identified speech acts, consisting of assertive (35.4%), directive (31.3%), expressive (29.2%), and commissive acts (4.2%), while no declarative acts were found. Meanwhile, 47 data points related to politeness principles were identified, dominated by the tact maxim (27.66%), followed by the approbation and sympathy maxims (21.28% each), the modesty maxim (12.77%), the generosity maxim (10.64%), and the agreement maxim (4.26%). A total of 46 data points (97.87%) adhered to politeness maxims, while 1 datum (2.13%) violated the tact maxim. These findings indicate that the film highlights communication patterns characterized by information sharing, requests, emotional expression, and polite interaction within a family setting. The study concludes that the film portrays harmonious and empathetic family communication and contributes to pragmatic studies focusing on speech acts and politeness in audiovisual media.
Analisis Makna Denotatif dan Konotatif dalam Lirik Lagu “Liar Angin” Karya Feby Putri Fatwa, Anissa Nur
sarasvati Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL SARASVATI
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium ekspresi emosional dan penyampaian pesan batin melalui bahasa yang puitis. Salah satu lagu yang merepresentasikan hal tersebut ialah “Liar Angin” karya Feby Putri, yang sarat dengan simbol dan metafora yang dapat dianalisis dari segi makna bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu “Liar Angin” dengan menggunakan teori semantik Leech (1974). Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat, yaitu menyimak teks lirik lagu dan mencatat data berupa kata, frasa, atau larik yang mengandung makna literal maupun simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap lirik dalam lagu ini memiliki dua lapisan makna yang saling melengkapi: makna denotatif menjelaskan arti dasar secara eksplisit, sedangkan makna konotatif mencerminkan emosi, nilai budaya, dan refleksi batin pencipta lagu. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Feby Putri berhasil menggabungkan unsur linguistik dan emosional dalam karyanya, sehingga lagu “Liar Angin” tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga mengandung makna filosofis dan kultural yang memperkaya kajian semantik pada teks sastra populer.