Kesadaran emosi merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik maupun sosial. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan reflective writing sebagai teknik bimbingan konseling untuk meningkatkan kesadaran emosi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan menggunakan metode penelitian yang sama antar tiap responden dengan melibatkan sepuluh mahasiswa yang menuliskan jurnal reflektif harian selama dua minggu. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola emosi, ekspresi, refleksi, dan strategi regulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran signifikan dari dominasi emosi negatif pada minggu pertama menuju peningkatan emosi positif pada minggu kedua. Mahasiswa yang awalnya cenderung menyembunyikan emosi mulai lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan, baik melalui tulisan maupun interaksi sosial. Refleksi yang dituliskan berkembang dari hal-hal praktis menuju makna yang lebih mendalam, seperti kebersamaan, dukungan sosial, dan penerimaan diri. Strategi regulasi emosi yang digunakan beragam, antara lain mendengarkan musik, bercerita kepada teman, menulis lebih panjang di jurnal, serta melakukan relaksasi sederhana. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa reflective writing efektif dalam meningkatkan kesadaran emosi, keterbukaan, dan regulasi emosi mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan layanan konseling di perguruan tinggi, serta membuka peluang penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan durasi intervensi yang lebih panjang.