Qiptiah, Devi Mariatul
Universitas Mochammad Sroedji Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REFLECTIVE WRITING SEBAGAI TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN EMOTIONAL AWARENESS MAHASISWA UNIVERSITAS MOCHAMMAD SROEDJI JEMBER Sari, Widyanti Wulan; Qiptiah, Devi Mariatul
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 15, No 2 (2025): Edisi Juli - Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v15i2.27439

Abstract

Kesadaran emosi merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik maupun sosial. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan reflective writing sebagai teknik bimbingan konseling untuk meningkatkan kesadaran emosi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan menggunakan metode penelitian yang sama antar tiap responden dengan melibatkan sepuluh mahasiswa yang menuliskan jurnal reflektif harian selama dua minggu. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola emosi, ekspresi, refleksi, dan strategi regulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran signifikan dari dominasi emosi negatif pada minggu pertama menuju peningkatan emosi positif pada minggu kedua. Mahasiswa yang awalnya cenderung menyembunyikan emosi mulai lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan, baik melalui tulisan maupun interaksi sosial. Refleksi yang dituliskan berkembang dari hal-hal praktis menuju makna yang lebih mendalam, seperti kebersamaan, dukungan sosial, dan penerimaan diri. Strategi regulasi emosi yang digunakan beragam, antara lain mendengarkan musik, bercerita kepada teman, menulis lebih panjang di jurnal, serta melakukan relaksasi sederhana. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa reflective writing efektif dalam meningkatkan kesadaran emosi, keterbukaan, dan regulasi emosi mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan layanan konseling di perguruan tinggi, serta membuka peluang penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan durasi intervensi yang lebih panjang.