Shalih, Ahmad Sabiq
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Smoking Cessation Terhadap Perbaikan Gejala Penyakit Gastroesophageal Reflux : Telaah Sistematis Shalih, Ahmad Sabiq; Pamungkasari, Eti Poncorini; Widyaningsih, Vitri
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.1819

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan salah satu faktor risiko yang memicu Gastroesophageal reflux disease (GERD). Berhenti merokok dianjurkan para klinisi untuk pasien perokok dengan GERD sebagai terapi modifikasi gaya hidup disamping terapi farmakologis. Namun, sejauh ini belum ada tinjauan sistematis yang mengevaluasi efek berhenti merokok terhadap gejala GERD. Oleh karena itu, tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi bukti mengenai efektivitas berhenti merokok dalam memperbaiki gejala GERD dan kualitas hidup penderita. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis mengenai berhenti merokok dan perbaikan gejala GERD, dengan menggunakan data sekunder dari jurnal yang dipublikasikan hingga 3 Mei 2024 pada database PubMed, ScienceDirect, dan Cochrane library. Hasil yang dikumpulkan meliputi penilaian GERD dengan membandingkan antara perokok dan mantan perokok, atau sebelum dan sesudah berhenti merokok. Risiko bias dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa scale (NOS), dan sintesis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Dari 573 artikel yang teridentifikasi pencarian, 13 artikel dipilih untuk analisis, yang terdiri dari studi cohort, case-control, dan cross-sectional. Hasil menunjukkan bahwa berhenti merokok secara signifikan mengurangi frekuensi refluks yang diukur dengan Frequency Scale for the Symptoms of GERD (FSSG), menurunkan risiko komplikasi GERD, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Durasi berhenti merokok juga ditemukan sebagai faktor penting dalam menurunkan risiko komplikasi, dengan penurunan nilai OR 0.9 setiap tahunnya. Meskipun prevalensi refluks yang ditemukan tidak konsisten, pengendalian faktor risiko lain, seperti indeks massa tubuh (IMT), berperan dalam hasil tersebut. Kesimpulan: Berhenti merokok memiliki efek yang positif terhadap perbaikan gejala GERD dalam hal menurunkan frekuensi refluks, menurunkan risiko komplikasi ataupun meningkatkan kualitas hidup.