Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Peningkatan dan Status Pencapaian Target Hemoglobin Pasien Berdasarkan Rumus Kebutuhan Darah Ediansyah, Ediansyah; Pertiwi, Retno Indah; Azzhara, Fia; Nitzah, Nitzah; Aztari, Fenny; Apipi, Rahmat
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i6.2519

Abstract

Pendahuluan: Fenomena pasien yang melakukan transfusi darah, tetapi tidak menunjukkan peningkatan Hemoglobin (Hb) yang signifikan memicu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan volume darah, turnaround time (TAT) transfusi darah, dan hasil crossmatch terhadap peningkatan dan status pencapaian target Hb pasien berdasarkan rumus kebutuhan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan mengambil data EMR meliputi kadar Hb pasien, TAT transfusi darah, hasil crossmatch, dan volume darah. Populasi penelitian ini adalah pasien pelayanan BDRS RS AN-NISA Tangerang pada periode Januari-Mei 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 435 pasien. Hasil: Volume darah memiliki hubungan yang signifikan dengan perubahan kadar Hb (r=0,505; r²=0,253; p-value<0,001) dan status pencapaian target Hb berdasarkan rumus kebutuhan darah (OR=1,001; 95% CI=1,000–1,002; p-value=0,030). Hasil crossmatch menunjukkan hubungan yang tidak signifikan terhadap perubahan kadar Hb (p-value=0,237) maupun status pencapaian target Hb (p-value=0,862). Turnaround time transfusi darah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap perubahan Hb (p-value=0,507) maupun pencapaian target kadar Hb (p-value=0,709). Kesimpulan: Volume darah menjadi faktor utama yang terbukti berpengaruh signifikan secara statistik terhadap peningkatan status pencapaian target kadar Hb berdasarkan rumus kebutuhan darah, sedangkan TAT transfusi darah dan hasil crossmatch tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Metagenomics as a Diagnostic Method for Identifying Microbiota Profiles in Diarrhea Cases Apipi, Rahmat; Erlina, Linda
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 2 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i2.52490

Abstract

Diarrhea remains a major global health issue and is one of the leading causes of morbidity and mortality, especially in children. Changes in the composition of gut microbiota are strongly associated with the occurrence of diarrhea, particularly due to infections caused by pathogenic microorganisms. Conventional diagnostic techniques, such as culture, still have limitations in detecting diverse and unculturable microbes. Metagenomics offers a comprehensive diagnostic solution by analyzing the entire genetic material directly from stool samples using sequencing-based approaches. This review discusses two metagenomic strategies—16S rRNA sequencing and whole-genome shotgun metagenomic sequencing—based on studies conducted in India and Peru. The 16S rRNA approach enables the identification of bacterial community structure and dysbiosis in diarrhea cases, while shotgun metagenomics provides higher resolution for detecting pathogenic species, including Campylobacter spp., and co-infections that are often missed by standard methods. Both techniques demonstrate significant advantages in detecting microbiota diversity, identifying novel pathogens, and uncovering antimicrobial resistance profiles. Therefore, metagenomics represents a promising diagnostic tool for improving the accuracy of diarrhea detection and supporting public health interventions in endemic regions.