This study explores the integration of psychological diagnostic evaluation and spiritual domains within Islamic Religious Education (PAI) as a foundation for developing students’ holistic character. The research aims to analyze the conceptual meaning and functions of evaluation from the perspective of educational psychology, describe the integration of affective–spiritual assessment in PAI, and identify the application of key evaluation principles, including objectivity, validity, and reliability. This study employs a qualitative literature review design through descriptive–analytical content analysis. Data were obtained from primary documents and secondary sources such as academic books and accredited journals published between 2020–2025. The findings reveal that psychological diagnostic evaluation plays a crucial role in identifying students’ potential, learning barriers, and specific psychological needs. Meanwhile, the spiritual domain—positioned as the highest level of the affective taxonomy—supports the formation of moral consciousness, emotional regulation, and sense of purpose. The study also highlights methodological challenges in assessing non-cognitive domains and emphasizes the use of multiple techniques, such as observation, attitude scales, and reflective journals, to strengthen evaluation validity and objectivity. Overall, the integration of psychological and spiritual evaluation is essential for designing adaptive PAI learning that supports comprehensive character development. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji integrasi evaluasi psikologis yang bersifat diagnostik dengan penilaian ranah spiritual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai dasar pengembangan karakter holistik peserta didik. Tujuan penelitian adalah menganalisis makna dan fungsi evaluasi dari perspektif psikologi pendidikan, menggambarkan integrasi penilaian afektif–spiritual dalam pembelajaran PAI, serta menjelaskan penerapan prinsip objektivitas, validitas, dan reliabilitas dalam evaluasi non-kognitif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi literatur melalui analisis isi deskriptif-analitis. Data diperoleh dari dokumen primer dan literatur sekunder berupa buku akademik dan jurnal terakreditasi yang terbit pada rentang 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi diagnostik psikologis berperan penting dalam mengidentifikasi potensi, hambatan, dan kebutuhan belajar individu. Sementara itu, ranah spiritual—sebagai tingkat tertinggi ranah afektif—berkontribusi pada pembentukan kesadaran moral, pengelolaan emosi, serta pengembangan tujuan hidup yang bermakna. Penelitian ini juga menemukan bahwa penilaian ranah afektif dan spiritual memiliki tantangan metodologis, sehingga diperlukan teknik non-tes yang beragam, seperti observasi, skala sikap, dan jurnal refleksi, untuk meningkatkan akurasi dan objektivitas. Secara keseluruhan, integrasi evaluasi psikologis dan spiritual menjadi kunci dalam merancang pembelajaran PAI yang adaptif dan berorientasi pada pembentukan karakter secara komprehensif.