Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah di Desa Santosa dilaksanakan sebagai upaya inovatif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Minyak jelantah yang selama ini menjadi limbah rumah tangga berpotensi merusak kesehatan dan lingkungan jika dibuang sembarangan, sehingga perlu diolah menjadi produk bernilai guna. Kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pemuda dengan rentang usia 20–45 tahun. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai dampak negatif minyak jelantah, demonstrasi serta praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi, dan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta. Sebelum pelatihan hanya 75% peserta yang mengetahui bahaya minyak jelantah, sedangkan setelah kegiatan meningkat menjadi 100%. Pengetahuan tentang manfaat lain minyak jelantah yang semula 0% naik menjadi 95,8%, sementara pemahaman cara pembuatan lilin meningkat dari 8,3% menjadi 95,8%. Seluruh peserta menyatakan memperoleh manfaat dari kegiatan, merasa keterampilannya bertambah, serta berniat mempraktikkan pembuatan lilin secara mandiri di rumah. Evaluasi juga menunjukkan respon positif terhadap materi, metode penyampaian, dan keterbukaan pemateri, meskipun sebagian peserta (33,3%) masih merasa perlu pendampingan lebih lanjut untuk memahami materi secara menyeluruh. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya minyak jelantah, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi produk ramah lingkungan yang berpotensi menjadi peluang usaha kreatif berbasis rumah tangga di Desa Santosa.