Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata hasil tes dan angket siswa setelah penerapan model pembelajaran Ethno-RME berbasis miniatur rumah adat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 159 siswa sekolah dasar dari lima sekolah di Kecamatan Kesambi. Instrumen penelitian berupa tes dan angket yang diberikan pada tahap pretest dan posttest untuk memperoleh data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai tes maupun angket setelah perlakuan. Rata-rata hasil tes pada tahap pretest adalah 22,38 dengan standar deviasi 4,059, sedangkan pada tahap posttest meningkat menjadi 33,05 dengan standar deviasi 4,309. Sementara itu, hasil angket menunjukkan rata-rata 35,77 dengan standar deviasi 4,191 pada tahap awal, dan meningkat menjadi 49,01 dengan standar deviasi 5,172 pada tahap akhir. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara pretest dan posttest. Berdasarkan temuan ini, penerapan model pembelajaran Ethno-RME dengan menggunakan miniatur rumah adat sebagai media mampu memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Model ini tidak hanya menekankan pada pemahaman materi, tetapi juga menghadirkan unsur budaya lokal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, penerapan Ethno-RME dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran di sekolah dasar untuk mendorong hasil belajar yang lebih baik serta menumbuhkan keterhubungan siswa dengan kearifan budaya setempat.