Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN WORDWALL DIGITAL Savina Putri Nuraeni; Ratri Nuryani Qudwatullathifah; Herisa Hardiyanti Sholeha
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Pendidikan dan Bahasa Invada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/n36wbh89

Abstract

Kemampuan literasi numerasi merupakan fondasi penting bagi pembelajaran abad ke-21 yang menuntut siswa berpikir kritis, analitis, dan reflektif terhadap data serta konteks kehidupan nyata. Namun, hasil asesmen nasional menunjukkan rendahnya performa numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media digital Wordwall terhadap peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest design yang melibatkan 92 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes literasi numerasi yang mengukur empat indikator: pemahaman konsep, operasi hitung kontekstual, representasi data, dan penalaran pengambilan keputusan. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain dan paired sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan literasi numerasi dengan nilai rata-rata pretest 70,52 dan posttest 81,91 serta N-Gain sebesar 0,59 (kategori sedang–tinggi). Uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (t = -11,47; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa integrasi PBL dengan Wordwall efektif meningkatkan capaian numerasi siswa. Temuan ini memperkuat teori bahwa kombinasi problem-based learning dan digital teknologi dapat meningkatkan motivasi, retensi konsep, dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran numerik. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pendidik untuk mengimplementasikan PBL sebagai strategi pembelajaran digital inovatif dalam memperkuat kemampuan literasi dan numerasi di era pendidikan.
PENGARUH MODEL ETHNO-RME UNTUK MENINGKATKAN HOTS DAN SELF-EFFICACY SISWA SEKOLAH DASAR Monica Astriyanti Sukardi; Ratri Nuryani Qudwatullathifah; Mochamad Guntur
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Pendidikan dan Bahasa Invada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/g5gn2y97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata hasil tes dan angket siswa setelah penerapan model pembelajaran Ethno-RME berbasis miniatur rumah adat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 159 siswa sekolah dasar dari lima sekolah di Kecamatan Kesambi. Instrumen penelitian berupa tes dan angket yang diberikan pada tahap pretest dan posttest untuk memperoleh data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai tes maupun angket setelah perlakuan. Rata-rata hasil tes pada tahap pretest adalah 22,38 dengan standar deviasi 4,059, sedangkan pada tahap posttest meningkat menjadi 33,05 dengan standar deviasi 4,309. Sementara itu, hasil angket menunjukkan rata-rata 35,77 dengan standar deviasi 4,191 pada tahap awal, dan meningkat menjadi 49,01 dengan standar deviasi 5,172 pada tahap akhir. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara pretest dan posttest. Berdasarkan temuan ini, penerapan model pembelajaran Ethno-RME dengan menggunakan miniatur rumah adat sebagai media mampu memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Model ini tidak hanya menekankan pada pemahaman materi, tetapi juga menghadirkan unsur budaya lokal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, penerapan Ethno-RME dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran di sekolah dasar untuk mendorong hasil belajar yang lebih baik serta menumbuhkan keterhubungan siswa dengan kearifan budaya setempat.
ANALISIS PEMBIASAAN NILAI-NILAI  KARAKTER MELALUI  PROGRAM 5S TERHADAP MOTIVASI DAN DISIPLIN BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Ernawati; Zakiyah Ismuwardani; Ratri Nuryani Qudwatullathifah
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Pendidikan dan Bahasa Invada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/6sh34411

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis program 5S terhadap motivasi dan disiplin belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di SDN Kartini 5 Cirebon. Latar belakang penelitian ini mengacu pada pentingnya pembiasaan nilai karakter sejak dini untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif  kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis menggunakan model interaktif  Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program 5S secara signifikan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan suportif, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi siswa melalui suasana yang menyenangkan dan interaksi yang ramah. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pembentukan disiplin belajar siswa, terlihat dari kepatuhan terhadap aturan dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Meskipun demikian, ditemukan tantangan terkait konsistensi penerapan dan perbedaan nilai antara lingkungan sekolah dan keluarga. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi holistik antara sekolah, guru, dan keluarga untuk mengoptimalkan internalisasi nilai-nilai karakter demi tercapainya tujuan pendidikan yang komprehensif.
ANALISIS ASESMEN FORMATIF BERBANTUAN QUIZIZZ PAPER MODE TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JATISEENG KIDUL Pangestu, Reza Adi; Zakiyah Ismuwardani; Ratri Nuryani Qudwatullathifah
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Pendidikan dan Bahasa Invada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/tmennx92

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asesmen formatif berbantuan Quizizz Paper Mode dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 1 Jatiseeng Kidul. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai relevansi penerapan asesmen formatif berbasis teknologi tersebut terhadap kondisi dan kesiapan lingkungan pembelajaran lokal di sekolah dasar dengan keterbatasan sarana digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode triangulasi data, mencakup wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi langsung selama pembelajaran, serta analisis dokumen dan hasil belajar siswa. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan angket terbuka. Analisis data dilakukan mengikuti model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan verifikasi melalui teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Quizizz Paper Mode mampu meningkatkan keaktifan siswa secara signifikan, ditunjukkan oleh keterlibatan aktif siswa dalam menjawab soal, berdiskusi, dan berinteraksi selama proses asesmen. Sebanyak 90% siswa menyatakan lebih semangat belajar dengan metode ini. Dari sisi hasil belajar, 79,31% siswa memperoleh nilai di atas KKM (≥70). Hambatan yang ditemukan berupa keterbatasan jaringan dan pemahaman awal guru, namun dapat diatasi melalui penyesuaian teknis dan pelatihan sederhana. Penelitian ini bermanfaat bagi pendidikan dasar, khususnya dalam implementasi asesmen formatif berbasis teknologi di lingkungan dengan keterbatasan digital. Hasil penelitian dapat dijadikan rujukan oleh guru, kepala sekolah, dan pengembang kurikulum untuk menerapkan metode evaluasi yang interaktif dan efisien dalam meningkatkan partisipasi dan capaian belajar siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Quizizz Paper Mode sebagai bentuk inovasi asesmen formatif yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pendekatan konvensional berbasis kertas. Inovasi ini menjembatani kesenjangan antara pembelajaran digital dan keterbatasan fasilitas sekolah dasar, serta memperluas konsep asesmen formatif menjadi lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan konteks lokal pendidikan Indonesia.
DINAMIKA INTERAKSI MODERASI GAYA BELAJAR TERHADAP MODEL 5E DAN MATHEMATICAL COMMUNICATION COMPETENCY: CONDITIONAL PROCESS ANALYSIS (CPA) Lusi Umayah; Mochamad Guntur; Ratri Nuryani Qudwatullathifah
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Pendidikan dan Bahasa Invada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/tfx49a08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran 5E terhadap Mathematical Communication Competency (MCC) dengan Mathematics Anxiety (KM) sebagai mediator dan Learning Style (GB) sebagai moderator menggunakan pendekatan Model 8 Andrew F. Hayes. Penelitian dilakukan dengan desain true experimental posttest-only control group melibatkan 148 siswa sekolah dasar yang dipilih secara acak dari dua sekolah dasar negeri. Instrumen penelitian terdiri atas tes uraian MCC, angket kecemasan matematika, serta angket gaya belajar yang telah divalidasi melalui uji reliabilitas dan validitas konstruk. Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro Model 8 dengan bootstrapping 5000 sampel dan heteroskedasticity-consistent standard error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar (GB) berperan sebagai moderator yang tidak signifikan dalam hubungan langsung antara Model 5E (M5E) dan kemampuan komunikasi matematika (MCC). Namun, pada jalur interaksi antara M5E dan KM, gaya belajar berpengaruh cukup signifikan dengan arah efek negatif (regulation effect). Hal ini menandakan bahwa pengaruh Model 5E terhadap hasil komunikasi matematis tidak bersifat universal, melainkan bergantung pada kesesuaian karakteristik gaya belajar siswa. Dengan kata lain, semakin selaras gaya belajar siswa dengan karakteristik aktivitas 5E, semakin optimal hasil pembelajaran yang dicapai. Secara teoritis, temuan ini memperkuat konsep constructivist learning yang menekankan pentingnya penyesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik individu peserta didik. Implikasi praktisnya menunjukkan bahwa penerapan model 5E akan lebih efektif jika guru mampu mengidentifikasi serta menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan gaya belajar dominan siswa di kelas. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan pembelajaran matematika yang berorientasi pada keseimbangan antara aspek kognitif dan afektif siswa.