Tindakan malpraktik terjadi ketika tenaga medis tidak memenuhi tanggung jawabnya sesuai dengan standar yang berlaku, yang dapat mengancam keselamatan pasien. Seringkali, terdapat perbedaan pandangan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan tentang risiko malpraktik. Pasien cenderung menilai berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil dari pengobatan yang mereka terima, sementara profesional kesehatan mengikuti pedoman profesional dan risiko medis yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan merumuskan temuan mengenai bagaimana pasien dan tenaga medis melihat risiko malpraktik di rumah sakit, dengan perhatian khusus pada konteks daerah Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur dari artikel ilmiah yang diambil dari database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan malpraktik medis dan sudut pandang pasien. Kriteria inklusi menentukan bahwa artikel yang dipilih harus diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025, ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris, dan tersedia dalam format teks lengkap. Dari pencarian tersebut, ditemukan enam artikel yang relevan, yang sebagian besar merupakan studi kasus di wilayah Kabupaten/Kota Sulawesi Tenggara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cara pandang mengenai risiko malpraktik sangat dipengaruhi oleh mutu layanan kesehatan, khususnya terkait konsistensi dan empati, yang berhubungan erat dengan tingkat kepuasan pasien. Kesalahan yang signifikan, seperti kesalahan dalam diagnosis dan keterlambatan dalam layanan administratif, dapat meningkatkan risiko kesalahan medis dan keluhan yang berhubungan dengan malpraktik. Sebagai kesimpulan, pandangan tentang risiko malpraktik di rumah sakit di Kabupaten/Kota Sulawesi Tenggara sangat terkait dengan ketidakpuasan atas kualitas layanan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan mutu layanan dan memperkuat komunikasi antara tenaga medis dan pasien guna mengurangi risiko malpraktik dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.