Parhan, Muhamad
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relasi Ontologis Guru dan Murid sebagai Dasar Humanisasi Pendidikan Agama Islam di Indonesia Pradipta, Muhammad Aldam Shaka; Rahmania, Puput; Parhan, Muhamad
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i2.23771

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berangkat dari pertanyaan penelitian: Bagaimana relasi ontologis guru murid dapat menjadi dasar bagi humanisasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Indonesia? Tujuan penelitian adalah mengungkap secara sistematis hakikat ontologis guru dan murid sebagai pemeran utama dalam pendidikan agama Islam, menganalisis relasi ontologis keduanya, dan menunjukkan bagaimana relasi tersebut membuka kemungkinan humanisasi PAI. Penelitian ini menggunakan kerangka ontologi Aristotelian dengan konsep actual being, potential being, causa, telos, dan energeia sebagai lensa utama, diperkaya oleh pemikiran pendidikan Islam serta perspektif kritis Paulo Freire tentang banking versus problem-posing education, dan konsep teacher as facilitator dari Carl Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis PAI hari ini bukan krisis metodologis melainkan krisis ontologis: guru dan murid kehilangan pemahaman akan hakikat mereka sebagai being yang sedang menjadi. Ketika relasi ontologis guru-murid dibangun atas dasar mutual recognition dan dialog sejati, pembelajaran PAI bergeser dari struktur dehumanis menuju humanis, dengan guru hadir sebagai actual being yang mengaktualisasi diri, murid diberdayakan sebagai potential being yang aktif, dan keduanya terlibat dalam transformasi bermakna menuju kedewasaan spiritual dan intelektual.ABSTRACT: This research begins from the research question: How can the ontological relation between teacher student serve as a foundation for the humanization of Islamic Religious Education (PAI) learning in Indonesia? The research objective is to systematically uncover the ontological nature of teacher and student as main actors in Islamic religious education, analyze their ontological relation, and demonstrate how this relation opens possibilities for PAI humanization. This research employs the Aristotelian ontological framework comprising the concepts of actual being, potential being, causa, telos, and energeia as the primary lens, enriched by Islamic education thought, as well as Paulo Freire's critical perspective on banking versus problemposing education, and Carl Rogers' concept of teacher as facilitator. The research findings demonstrate that the current PAI crisis is not a methodological crisis but an ontological one: teachers and students lose understanding of their nature as beings becoming. When the ontological relation between teacher and student is built on mutual recognition and genuine dialogue, PAI learning shifts from a dehumanizing structure to a humanizing one, with the teacher present as an actual being actualizing itself, the student empowered as an active potential being, and both engaged in meaningful transformation toward spiritual and intellectual maturity.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK MUSLIM YANG BAIK BAGI MAHASISWA Azizah, Alya Nursyifa; Heryanto, Hysma Fathira; Heriyanto, Muthia Nur Izzati; Lisilmi, Nadya; Umaima, Nisrina; Parhan, Muhamad
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v4i2.4951

Abstract

Penelitian ini membahas peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak muslim yang telah dialami oleh mahasiswa selama bersekolah dan belajar di perguruan tinggi. Pendidikan dipandang bukan hanya sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai instrumen pembinaan moral, spiritual, dan karakter yang relevan menghadapi tantangan era globalisasi dan digitalisasi. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi signifikan dalam menanamkan nilai etika, memperdalam pemahaman keagamaan, serta menumbuhkan motivasi spiritual. Namun, efektivitasnya tidak bersifat mutlak karena dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti keluarga, lingkungan, dan media. Selain itu, sebagian responden menilai implementasi Pendidikan Agama Islam masih cenderung formalistik dan kurang menyentuh aspek pembiasaan akhlak. Oleh karena itu, sinergi antara pendidikan formal, keluarga, lingkungan, serta kesadaran individu diperlukan agar pembentukan akhlak muslim dapat berjalan optimal. Penelitian ini juga merekomendasikan program pembelajaran berbasis praktik, seperti pembiasaan membaca Al-Qur’an, diskusi kisah teladan Rasulullah, serta proyek mini bertema akhlak sebagai strategi konkret memperkuat karakter mahasiswa.