Al-Qur’a al-Karim merupakan kitab suci yang keasliannya dijaga langsung oleh Allah SWT. Salah satu cara yang ditempuh dalam menjaga kemurnian tersebut adalah melalui tradisi pemberian sanad kepada para pembelajar dan penghafal al-Qur’an. Penelitian ini mengangkat tema living Qur’an, dengan menyoroti pentingnya sanad hifz al-Qur’an di era kontemporer, mengingat saat ini lembaga tahfidh semakin marak namun lebih mengutamakan kecepatan menghafal dibanding kualitas. Pondok Pesantren Zainul Ibad li Tahfidzil Qur’an dipilih sebagai lokasi studi karena dikenal sebagai lembaga khusus penghafalan yang memiliki program unggulan bernama Markaz Isnad fi al-Qur’an wa al-Qira’at. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan termasuk dalam kategori penelitian lapangan.Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan validitas data digunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) sanad al-Qur’an memegang peran sentral dalam menjaga kesinambungan bacaan yang bersambung hingga Rasulullah SAW, serta menjadi fondasi dalam penjagaan al-Qur’an di kalangan para huffaz. 2) proses memperoleh sanad di Pondok Pondok Zainul Ibad sangat ketat, dengan syarat seperti khatam al-Qur’an 30 Juz secara bil-ghayb, menguasai matan Tuhfatul Athfal dan Muqaddimah Jazariyyah. Puncak proses ini adalah ketika santri dikatakan lulus semua persyaratan pengambilan sanad, pengasuh menganugerahi sanad dengan membacakan silsilah sanad atau disebut syajarotu al-sanad.