Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGUNGKAP PRIMBON JAWA: KEPERCAYAAN, SEJARAH, DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DI MASA SEKARANG Nurbaiti, Belkis; Ahmad Rubayu
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 1 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss1.art6

Abstract

Primbon Jawa merupakan warisan budaya lokal yang memuat sistem pengetahuan tradisional tentang kehidupan, waktu, dan hubungan manusia dengan alam. Dalam masyarakat Jawa tradisional, primbon memiliki peran spiritual dan sosial yang kuat. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan makna primbon dari sistem pengetahuan hidup menjadi praktik simbolik yang mengalami pergeseran makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori rasionalisasi Max Weber dan teori habitus Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa primbon mengalami proses pelepasan makna spiritual (disenchantment) serta pergeseran habitus masyarakat sebagai akibat dari modernisasi, pendidikan, dan teknologi digital. Praktik primbon kini lebih bersifat simbolik dan seremonial, dengan makna yang semakin tereduksi. Penelitian ini menyarankan pentingnya pemaknaan ulang terhadap primbon agar tetap hidup dan relevan sebagai bagian dari warisan pengetahuan lokal masyarakat Jawa. Kata kunci: Primbon Jawa, rasionalisasi budaya, habitus.
Assimilation of Javanese Art and Tradition in Sunan Kalijaga's Da'wah on the Formation of Javanese Culture Belkis Nurbaiti; Ahmad Rubayu
Journal of Islamic Civilization and Culture Review Vol. 1 No. 2 (2025): Islam, Culture, and Global Socio-Political Transformations
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jiccr.v1i2.19

Abstract

This study analyzes the assimilation of Javanese art and tradition in the da'wah of Sunan Kalijaga and its contribution to the formation of Javanese Islamic culture. The research addresses the problem of understanding how Islamic teachings were accepted in a predominantly Hindu–Buddhist Javanese society without cultural resistance. Using a qualitative descriptive method supported by textual and historical analysis, this study examines how Sunan Kalijaga employed wayang kulit, gamelan, symbolic aesthetics, and macapat poetry as media of cultural adaptation. The findings show that Sunan Kalijaga did not reject existing traditions, but reinterpreted and Islamized them by embedding moral teachings, monotheistic concepts, and ethical values within familiar cultural forms. This approach strengthened social acceptance, minimized cultural disruption, and enabled Islam to integrate harmoniously with Javanese identity. The assimilation of arts and traditions not only facilitated da'wah but also shaped a distinctive Javanese Islamic culture characterized by refinement, symbolism, and spiritual depth. The study concludes that Sunan Kalijaga’s method represents an effective cultural strategy for religious propagation, demonstrating that Islam can coexist with local traditions without losing its essential principles. Further research is recommended to explore comparative models of cultural da'wah in other regions