Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reducing Defects Product at M.E. Bag and Purse Production Process Using DMAIC Method Kharizsa Imamara
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1242

Abstract

ME bag and purse adalah sebuah usaha kecil menengah yang bergerak di bidang produk fashion. ME didirikan pada 30 September 2017 di Yogyakarta. ME bag and purse menyediakan berbagai macam kebutuhan tas wanita yang simple dan bergaya chic, dengan bahan yang berkualitas serta jahitan yang rapi serta detail produk dan kontrol kualitas yang baik. Produk ME dijual dengan harga terjangkau menyasar pasar utama remaja dan pelajar. Dalam penelitian ini ME bag and purse menggunakan beberapa alat untuk menganalisa kondisi dan faktor baik di dalam maupun di luar perusahaan. ME bag and purse menggunakan metode DMAIC dan analisis proses bisnis untuk menganalisis penyebab pemborosan dan cacat. Proses pendefinisian menggunakan diagram SIPOC, kemudian dilakukan pengukuran untuk menentukan kriteria kecacatan produk menggunakan CTQ (critical to quality), mengidentifikasi jenis kecacatan, kemudian menentukan nilai DPU, DPMO, dan sigma untuk mengetahui seberapa besar produk yang cacat. Sedangkan, untuk mengetahui penyebab produk cacat pada proses produksinya menggunakan diagram fishbone. Setelah dilakukan analisa melalui diagram fishbone, langkah selanjutnya adalah mencari solusi dari masalah tersebut dengan metode yang sesuai dengan 6Ms (manusia, mesin, material, metode, lingkungan, pengukuran). Kemudian sebagai wujud dari usaha perbaikan, ditemukan solusi dengan usulan strategi baru, seperti melakukan pelatihan menjahit dan pembuatan pola, melakukan perawatan mesin jahit secara berkala, menerapkan konsep 5S untuk workstation, dan prnggunaan KPI (key performance index) sebagai alat kontrol untuk mengetahui sejauh mana rekomendasi perbaikan berjalan dan membuat jadwal lebih teratur.
Manajemen Analisis Komparatif Indikator Financial Distress Berbasis Arus Kas: Studi Kasus PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan PT Blue Bird Tbk Pasca-Tren AI 2025 Ni Made Meliani Andari; Kharizsa Imamara; Ida Bagus Gede Dananjaya
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI Vol. 4 No. 2 (2026): April: JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jmbe-itb.v4i2.3838

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in 2025 has become one of the main pillars in improving operational efficiency in transportation service companies. This study aims to comparatively analyze the potential financial distress of PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk as a digital company and PT Blue Bird Tbk as a conventional transportation company. The research employed a quantitative descriptive method using the Operating Cash Flow Ratio (AKO) analysis approach. The data were obtained from consolidated financial statements for the third quarter period from 2023 to 2025. The results indicate that GOTO consistently remained in the financial distress zone with negative ratio values of -0.34, -0.11, and -0.01. However, the implementation of AI technology helped improve operational efficiency, resulting in significant annual ratio improvements. On the other hand, BIRD demonstrated relatively stable and positive cash flow conditions, although in 2025 the company experienced a decline in liquidity with a ratio value of 0.69, which was below the ideal standard of 1.0. This study concludes that the AI trend in 2025 contributed to reducing operational inefficiencies in transportation companies, but it has not fundamentally eliminated the risk of financial distress in digital companies.