Adji, Iwan Setiawan
Departemen THT-BKL, RSUD Kartini Kabupaten Karanganyar, Karanganyar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Strategik dalam Antisipasi Klaim Pending Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di Rumah Sakit Pemerintah Adji, Iwan Setiawan; Alghozi, Muhammad Hilmi; Nabilah, Aisyah; Arifinnia, Salwa Ghaisani Syariifah; Hanief, Sekar Mayang Raisa; Rosyita, Fadhilla Jihan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16438

Abstract

Pending claims can disrupt cash flow, increase administrative burdens, and reduce the quality of healthcare services. Strategic efforts are needed to ensure hospitals can sustainably anticipate these issues. The objective of this study was to identify the factors causing pending BPJS claims and analyze the management strategies implemented by government hospitals through a systematic literature review. This study was a protocol-based systematic review. The literature search was conducted through PubMed, Google Scholar, and Garuda Indonesia from 2020–2025. Of the 623 articles found, 10 met the inclusion criteria and were subsequently subjected to thematic synthesis. The study results indicate that the number of pending claims in government hospitals ranges from 8–30%. The main factors causing pending claims include administrative aspects (incomplete documents), clinical (inappropriate medical resumes), coding errors, and limitations in hospital information systems. Reported strategies include optimizing planning, organizing, actuating, and controlling, digitizing the claims system, improving human resource competency, routine monitoring, and collaboration with financing providers. The analysis shows that a strategy that integrates internal factors (human resources, standard operating procedures, and technology) with external factors (financing agency regulations) has the most significant impact on reducing pending claims. In conclusion, pending claims are a systemic problem predominantly driven by internal hospital factors. The implementation of strategic management, combining digitalization, human resource development, and external collaboration, has proven to be the most effective approach.Keywords: strategic management; pending claims; government hospitals ABSTRAK Klaim pending dapat mengganggu arus kas, meningkatkan beban administratif, serta menurunkan mutu pelayanan kesehatan. Upaya strategis diperlukan agar rumah sakit mampu mengantisipasi masalah ini secara berkelanjutan. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab klaim pending BPJS dan menganalisis strategi manajemen yang diterapkan rumah sakit pemerintah melalui tinjauan sistematis literatur. Studi ini merupakan systematic review berbasis protokol. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Google Scholar dan Garuda sejak tahun 2020–2025. Dari 623 artikel yang ditemukan, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan selanjutnya dilakukan sintesis tematik. Hasil studi menunjukkan bahwa angka klaim pending di rumah sakit pemerintah berkisar antara 8–30%. Faktor utama penyebab pending meliputi aspek administratif (dokumen tidak lengkap), klinis (resume medis tidak sesuai), kesalahan pengkodean, serta keterbatasan sistem informasi rumah sakit. Strategi yang dilaporkan mencakup optimalisasi planning, organizing, actuating and controlling, digitalisasi sistem klaim, peningkatan kompetensi sumberdaya manusia, pemantauan rutin, serta kolaborasi dengan penyelenggara pembiayaan. Analisis menunjukkan bahwa strategi yang mengintegrasikan faktor internal (sumberdaya manusia, standard operating procedures dan teknologi) dengan faktor eksternal (regulasi badan penyelenggara pembiayaan) memberikan dampak paling signifikan dalam menekan angka klaim pending. Sebagai kesimpulan, klaim pending merupakan masalah sistemik yang dominan dipicu oleh faktor internal rumah sakit. Penerapan manajemen strategik dengan kombinasi digitalisasi, penguatan sumberdaya manusia dan kolaborasi eksternal terbukti menjadi pendekatan paling efektif.Kata kunci: manajemen strategik; klaim pending; rumah sakit pemerintah
Manajemen Islami sebagai Upaya untuk Meningkatkan Mutu Layanan dan Kepuasan Pasien Rumah Sakit Umum Daerah Adji, Iwan Setiawan; Alghozi, Muhammad Hilmi; Nabilah, Aisyah; Arifinnia, Salwa Ghaisani Syariifah; Hanief, Sekar Mayang Raisa; Rosyita, Fadhilla Jihan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16434

Abstract

The implementation of Islamic management in healthcare facilities, particularly government-owned hospitals, is becoming increasingly relevant as the public demand for services that are not only professional but also align with religious values. The purpose of this study is to explore the implementation of Islamic management in regional public hospitals in Indonesia and assess its impact on service quality, patient satisfaction, and implementation challenges. This study is a systematic literature review based on the PRISMA 2020 guidelines and the Cochrane Handbook. A literature search was conducted in Google Scholar, PubMed, Scopus, and Garuda using the keywords "sharia management," "Islamic service," and "RSUD." Inclusion criteria included original research articles discussing the implementation of Islamic management in regional public hospitals in Indonesia. Of the 119 articles identified, 8 met the criteria for analysis. The study results indicate that the implementation of Islamic management in regional public hospitals has been shown to improve patient satisfaction, strengthen motivation for healing through spiritual guidance, and support the strengthening of sharia-based hospital governance. Key success factors include the readiness of healthcare workers, the integration of spiritual aspects into standard operating procedures, and support for hospital policies. The existing obstacles include limited trained human resources, inconsistent operational standards, and limited Islamic facilities. In conclusion, Islamic management has proven relevant in improving service quality and patient satisfaction.Keywords: Islamic management; regional general hospitals; Islamic healthcare; patient satisfaction ABSTRAK Implementasi manajemen Islami di fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit milik pemerintah semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang tidak hanya professional tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai religius. Tujuan studi ini adalah mengeksplorasi penerapan manajemen Islami pada rumah sakit umum daerah di Indonesia dan menilai dampaknya terhadap mutu pelayanan, kepuasan pasien, serta tantangan implementasi. Studi ini merupakan systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dan Cochrane Handbook. Pencarian literatur dilakukan di Google Scholar, PubMed, Scopus, dan Garuda dengan kata kunci “manajemen syariah”, “pelayanan Islami”, dan “RSUD”. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian asli yang membahas implementasi manajemen Islami di rumah sakit umum daerah di Indonesia. Dari 119 artikel yang diidentifikasi, 8 di antaranya memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi manajemen Islami di rumah sakit umum daerah terbukti meningkatkan kepuasan pasien, memperkuat motivasi kesembuhan melalui bimbingan rohani, dan mendukung penguatan tata kelola rumah sakit berbasis syariah. Faktor keberhasilan utama meliputi kesiapan tenaga kesehatan, integrasi aspek spiritual dalam standard operating procedures, dan dukungan kebijakan rumah sakit. Kendala yang ada adalah keterbatasan sumberdaya manusia terlatih, standar operasional yang tidak konsisten, dan keterbatasan fasilitas Islami. Sebagai kesimpulan, manajemen Islami terbukti relevan dalam meningkatkan mutu layanan dan kepuasan pasien.Kata kunci: manajemen Islami; rumah sakit umum daerah; pelayanan kesehatan Islami; kepuasan pasien