Rosyda, Rafika
Program Profesi Ners, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Screen Time Sebagai Prediktor Kejadian Gerakan Tutup Mulut pada Anak Usia Toddler Dewi, Putri Kartika; Aisyah, Iis; Rosyda, Rafika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16425

Abstract

Covering your mouth is a common eating problem in toddlers and can interfere with nutritional needs. Meanwhile, screen time exposure is increasing and is often associated with passive eating behavior. The purpose of this study was to analyze the relationship between screen time and the occurrence of cover-up movements in toddlers. The study used a cross-sectional design, involving 83 toddlers selected through cluster purposive sampling. Screen time data were collected based on American Academy of Pediatrics categories, while cover-up movements were measured using the CEBQ questionnaire with 24 Likert-scale items (validity test r = 0.383–0.716; Cronbach's α = 0.887). Analysis was performed using the Spearman correlation test. The results showed a significant relationship between screen time and the occurrence of cover-up movements, with a correlation coefficient of r = 0.751 and p = 0.000. The longer the duration of screen time, the higher the likelihood of children experiencing GTM. This study concludes that screen time duration is a determinant of cover-up movements in toddlers.Keywords: screen time; gadgets; cover-up movements; toddler ABSTRAK Gerakan tutup mulut merupakan masalah makan yang umum terjadi pada anak usia toddler dan dapat mengganggu pemenuhan nutrisi, sementara paparan screen time semakin meningkat dan sering dikaitkan dengan perilaku makan pasif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan anara screen time dengan kejadian gerakan tutup mulut pada anak usia toddler. Penelitian menggunakan desain cross-sectional, yang melibatkan 83 toddler, yang dipilih melalui teknik cluster purposive sampling. Data screen time dikumpulkan berdasarkan kategori American Academy of Pediatrics, sedangkan gerakan tutup mulut diukur menggunakan kuesioner CEBQ dengan 24 item skala Likert (uji validitas r = 0,383–0,716; cronbach α = 0,887). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara screen time dan kejadian gerakan tutup mulut dengan koefisien korelasi r = 0,751 dan p = 0,000. Semakin tinggi durasi screen time, semakin tinggi kecenderungan anak mengalami GTM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa durasi screen time merupakan determinan gerakan tutup mulut pada toddler.Kata kunci: screen time; gawai; gerakan tutup mulut; toddler
Responsive Feeding Sebagai Prediktor Kejadian Stunting pada Balita Nurul, Eli; Aisyah, Iis; Rosyda, Rafika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16426

Abstract

Stunting in toddlers remains a serious public health problem because it impacts long-term physical growth and cognitive development. Parenting factors, including responsive feeding and parenting styles, are still overlooked in nutrition interventions. The purpose of this study was to analyze the relationship between responsive feeding and parenting styles and the incidence of stunting in toddlers. This study used a cross-sectional design, involving 79 toddlers selected using a purposive sampling technique. Data were collected through the RFPAT questionnaire, PSDQ-SF, and anthropometric measurements based on height-for-age z-scores. Data analysis was performed using the Spearman correlation test and logistic regression. The results of the multivariate analysis showed that responsive feeding significantly influenced the incidence of stunting (p = 0.002; Odds Ratio = 1.211); however, parenting styles had no effect (p = 0.452). Based on these findings, it can be concluded that responsive feeding is a predictor of stunting in toddlers.Keywords: toddler; stunting; responsive feeding ABSTRAK Stunting pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif jangka panjang. Faktor pengasuhan, termasuk responsive feeding dan pola asuh masih terabaikan dalam intervensi gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara responsive feeding dan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang melibatkan 79 balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner RFPAT, PSDQ-SF, dan pengukuran antropometri berdasarkan z-score tinggi badan menurut umur. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan uji regresi logistik. Hasil analisis secara multivariat menunjukkan bahwa responsive feeding berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting (p = 0,002; Odds Ratio = 1,211); namun faktor pola asuh tidak berpengaruh (p = 0,452). Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa responsive feeding merupakan prediktor kejadian stunting pada balita.  Kata kunci: balita; stunting; responsive feeding