Stunting in toddlers remains a serious public health problem because it impacts long-term physical growth and cognitive development. Parenting factors, including responsive feeding and parenting styles, are still overlooked in nutrition interventions. The purpose of this study was to analyze the relationship between responsive feeding and parenting styles and the incidence of stunting in toddlers. This study used a cross-sectional design, involving 79 toddlers selected using a purposive sampling technique. Data were collected through the RFPAT questionnaire, PSDQ-SF, and anthropometric measurements based on height-for-age z-scores. Data analysis was performed using the Spearman correlation test and logistic regression. The results of the multivariate analysis showed that responsive feeding significantly influenced the incidence of stunting (p = 0.002; Odds Ratio = 1.211); however, parenting styles had no effect (p = 0.452). Based on these findings, it can be concluded that responsive feeding is a predictor of stunting in toddlers.Keywords: toddler; stunting; responsive feeding ABSTRAK Stunting pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif jangka panjang. Faktor pengasuhan, termasuk responsive feeding dan pola asuh masih terabaikan dalam intervensi gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara responsive feeding dan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang melibatkan 79 balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner RFPAT, PSDQ-SF, dan pengukuran antropometri berdasarkan z-score tinggi badan menurut umur. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan uji regresi logistik. Hasil analisis secara multivariat menunjukkan bahwa responsive feeding berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting (p = 0,002; Odds Ratio = 1,211); namun faktor pola asuh tidak berpengaruh (p = 0,452). Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa responsive feeding merupakan prediktor kejadian stunting pada balita. Kata kunci: balita; stunting; responsive feeding