Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Iman Di Tengah Era Pots-Truth: Krisis Epistemologi Dalam Teologi Kontemporer Djaga, Chrisnasius
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 5 No. 01 (2026): Maret 2026
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostekam.v5i1.01

Abstract

Dalam tradisi iman Kristen, kebenaran dipahami sebagai realitas absolut yang bersumber dari Allah yang kekal, tidak berubah, dan melampaui batas ruang serta waktu. Kebenaran tersebut dinyatakan melalui wahyu Allah dalam Kitab Suci sebagai firman-Nya, yang berfungsi sebagai fondasi utama iman Kristen. Sebagai kebenaran ilahi, kebenaran ini bersifat objektif dan tidak ditentukan oleh persepsi personal, pengalaman individual, maupun penafsiran subjektif manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis krisis kebenaran dalam teologi Kristen di tengah konteks era post-truth, khususnya berkaitan dengan perubahan cara manusia memahami, memverifikasi, dan menghayati kebenaran iman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis untuk menelaah krisis epistemologi iman Kristen dalam realitas post-truth serta implikasinya bagi teologi kontemporer dan praksis kehidupan gerejawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa era post-truth menghadirkan tantangan epistemologis yang serius bagi iman Kristen, terutama melalui pergeseran epistemik yang mengedepankan emosi, preferensi subjektif, dan narasi populer dibandingkan fakta objektif dan otoritas kebenaran yang mapan. Melalui kerangka epistemologi iman Kristen, penelitian ini menegaskan bahwa respons yang memadai terhadap krisis tersebut hanya dapat dilakukan dengan meneguhkan kembali wahyu Allah sebagai dasar pengetahuan iman, tanpa meniadakan peran rasio, tetapi menempatkannya secara kritis dan proporsional. Dengan demikian, iman Kristen tidak berhenti pada pengakuan doktrinal, melainkan diwujudkan dalam praksis iman yang dewasa, transformatif, kontekstual, dan tetap setia pada kebenaran Allah yang mutlak.  
Khotbah Sebagai Diskursus Filosofis: Analisis Epistemologis Atas Penyampaian Firman Djaga, Chrisnasius
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 7 No. 2 (2026): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v7i2.175

Abstract

Abstrak. Khotbah merupakan praktik yang sangat penting dalam kehidupan liturgis gereja karena memiliki peran strategis dalam menyampaikan berita keselamatan kepada jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bahwa penyampaian firman Tuhan tidak hanya berfungsi sebagai bentuk komunikasi religius, tetapi juga sebagai proses konstruksi pengetahuan yang melibatkan interaksi antara teks Alkitab, pengkhotbah sebagai penafsir, dan jemaat sebagai penerima sekaligus penafsir makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada analisis konseptual khotbah dalam perspektif filosofis dan epistemologis, sehingga data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa khotbah tidak dapat dipahami semata-mata sebagai praktik liturgis atau penyampaian pesan keagamaan. Khotbah pada dasarnya merupakan sebuah diskursus filosofis yang memuat dimensi epistemologis, di mana proses pewartaan firman Tuhan sekaligus menjadi proses pembentukan, pengolahan, dan transmisi pengetahuan iman.