Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya transformasi digital dalam sektor pelayanan publik yang menuntut peningkatan kompetensi, keterampilan, dan daya adaptasi pegawai agar mampu menghadapi perubahan teknologi yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan knowledge management terhadap pengembangan human capital pada pegawai Kantor Samsat Kota Palopo di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif (mixed methods). Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Samsat Kota Palopo, baik pegawai tetap maupun kontrak, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling menggunakan kriteria masa kerja minimal satu tahun. Instrumen utama berupa kuesioner skala Likert lima poin untuk mengukur budaya organisasi, praktik knowledge management, dan pengembangan human capital, dilengkapi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS, dengan uji validitas melalui korelasi product moment dan reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap knowledge management dan pengembangan human capital, serta knowledge management juga berpengaruh signifikan terhadap pengembangan human capital. Temuan ini menegaskan bahwa budaya organisasi yang adaptif dan praktik knowledge management yang efektif menjadi kunci keberhasilan pengembangan kapasitas pegawai di era digital. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi instansi pelayanan publik untuk memperkuat budaya kerja inovatif dan sistem manajemen pengetahuan sebagai strategi pengembangan SDM. Keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup yang hanya mencakup satu instansi, sehingga penelitian selanjutnya disarankan memperluas objek kajian ke lembaga publik lain atau menggunakan pendekatan longitudinal untuk mengukur dinamika perubahan secara lebih mendalam