Husana, Asmaul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Konflik Kerja dan Stres Kerja terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Regional VI KSO Langsa Husana, Asmaul; Zati, Muhammad Rizqi; Syardiansah, Syardiansah
Journal Social Society Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.1.2026.952

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk memahami bagaimana konflik kerja dan stres kerja secara signifikan mempengaruhi prestasi kerja karyawan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional VI KSO Langsa, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap prestasi kerja karyawan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional VI KSO Langsa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian yaitu sebanyak 141 responden dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu Observasi, Wawancara, Kuesioner, Dokumentasi. metode analisis uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji hipotesis. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa konflik kerja berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja dengan nilai t hitung 6,712 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Selanjutnya, stres kerja juga berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja dengan nilai t hitung 3,421 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Hasil uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 2,510 dengan signifikansi 0,085. Hal ini mengindikasikan bahwa konflik kerja dan stres kerja secara simultan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan, meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar. Model summary menunjukkan nilai R sebesar 0,187 dengan R Square 0,035, yang berarti bahwa konflik kerja dan stres kerja hanya mampu menjelaskan 3,5% variasi perubahan prestasi kerja, sedangkan 96,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konflik kerja dan stres kerja memiliki pengaruh yang nyata terhadap prestasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, meskipun kontribusi model masih tergolong rendah.