Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLA PERSEBARAN JENIS KEPITING BAKAU ( SCYLLA SERRATA ) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE PANDANSARI DESA KALIWLINGI BREBES. Fajar Firmanulloh; Nurjanah; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 2 No 2 (2024): Volume 2 No.2 2024
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v2i2.67

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem mangrove sehingga kepiting bakau merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Kebutuhan konsumen akan kepiting bakau (Scylla serrata) sebagian besar masih dipenuhi dari hasil penangkapan di alam yang sifatnya fluktuatif. Guna menunjang usaha budidaya kepiting yang efektif, efisien dan menguntungkan secara ekonomis perlu dilakukan pengkajian terhadap sifat-sifat biologis kepiting bakau. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui Pola Persebaran Jenis Kepiting Bakau (Scylla serrata) di kawasan Hutan Mangrove Dukuh Pandansari, Desa kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan untuk mengetahui bagaimana pola persebaran kepiting bakau (Scylla serrata) di bubu/perangkap. Alat yang digunakan seperti bubu/perangkap, umpan, alat untuk cek kualitas air, penggaris dan timbangan. Penelitian ini terdapat 3 lokasi, stasiun 1 berlokasi di Tambak Hutan Mangrove, stasiun 2 berlokasi berlokasi di Kawasan Hutan Mangrove dekat Sungai Pemali, stasiun 3 berlokasi di Dermaga Pulau Hutan Mangrove. Berdasarkan Penelitian diperoleh jumlah Kepiting Bakau (Scylla serrata) dari 3 stasiun 10 ekor, pola persebaran jenis kepiting bakau (Scylla serrata) yang terbanyak diperoleh di stasiun 2 yang berlokasi di kawasan Hutan Mangrove dekat Sungai Pemali yaitu 4 ekor. Berdasarkan rationya, jumlah kepiting bakau Jantan yang diperoleh 6 ekor dan Betina 4 ekor dengan persebaran ratio jenis kepiting bakau Jantan dan Betina terbanyak berturut-turut yaitu stasiun 2 diperoleh 2 Jantan dan 2 Betina, sedangkan di stasiun 1 dan 3 diperoleh 2 Jantan dan 1 Betina.