Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pembacaan Peluang Budidaya Ikan dalam Ember sebagai Pemanfaatan Bahan Pangan Fithor, Alin; Suyono, Suyono; Sutaman, Sutaman; Nurjanah, Nurjanah; Umi Hartanti, Ninik; Farkha Dina, Karina
Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/maslahah.v6i1.11927

Abstract

This study aims to improve community welfare by developing budikdamber. By introducing new tools and more efficient cultivation methods, this study makes a real contribution to the Wanasari Village, Brebes community. The socialization and training carried out succeeded in increasing community interest in Budikdamber. The results of this study are expected to be a reference for the development of budikdamber in other areas.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG CACING TANAH DAN TEPUNG MAGGOT Firmansyah, Dimas; Sutaman, Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No.2 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i2.49

Abstract

Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) merupakan ikan karnivora yang dapat mengkonsumsi pakan alternatif seperti Tepung Cacing Tanah dan Tepung Maggot. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Tepung Cacing Tanah dan Tepung Maggot terhadap laju pertumbuhan benih ikan kakap putih. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pancasakti Tegal, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: (A) Tepung Cacing Tanah, (B) Tepung Maggot, (C) Campuran Tepung Cacing Tanah dan Tepung Maggot, (D) Kontrol, Setiap perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot individu mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), serta rasio konversi pakan (FCR). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis tidak berbeda nyata secara deskriptif, hasil tertinggi perlakuan B dengan laju pertumbuhan harian 0,106 gram/hari, dan perlakuan terendah A sebesar 0,086 gram/hari. Pertumbuhan bobot individu mutlak terbaik juga ditemukan pada perlakuan B yaitu 3,00 gram, disusul C sebesar 2,73 gram. Pertumbuhan panjang mutlak menunjukkan hasil tertinggi pada perlakuan B sebesar 1,1 cm dan C dengan 0,96 cm. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan B (93,3%), dan perlaukan terendah A (80%). Rasio konversi pakan tertinggi ditemukan pada perlakuan B (2,2). Secara kesimpulan, Tepung maggot dapat dijadikan pakan alternatif untuk mendukung pertumbuhan benih ikan kakap putih.
ANALISIS PREVALENSI DAN INTENSITAS PADA BENIH IKAN MAS (Cyprinnus carpio) Zahro, Khusniyati; Sutaman, Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No.2 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i2.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangan infeksi ektoparasit pada ikan mas (Cyprinus carpio) di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada bulan Desember 2024 - Januari 2025. Sampel diambil secara acak (random sampling) dari beberapa lokasi berbeda. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan pada bagian insang, sirip serta lendir secara scrapping. Identifikasi parasit dilakukan dengan cara pengamatan menggunakan mikroskop binocular dengan pembesaran 10×. Identifikasi parasit dilakukan dengan mencocokkan morfologi tubuh parasit dari gambar yang diperoleh dengan beberapa literatur acuan. Pengamatan data pendukung yaitu kualitas air yang seperti pH, DO, suhu,dan amonia. Data yang diperoleh dari sampel yang telah diperiksa, dilakukan perhitungan prevalensi dan intensitas menggunakan rumus. Hasil penelitian ditemukan 5 spesies ektoparasit yang teridentifikasi yaitu Trichodina sp, Trichodinella sp, Ichthyophthirius multifiliis, Dactylogyrus sp, dan Gyrodactylus sp. Tingkat prevalensi ektoparasit tertinggi pada kolam A yaitu Trichodina sp sebesar 68% dengan intensitas 14 individu dan prevalensi terendah pada kolam A yaitu Gyrodactylus sp sebesar 26% dengan intensitas 3 individu. Sedangkan tingkat prevalensi ektoparasit tertinggi di kolam B yaitu Trichodina sp sebesar 60% dengan intensitas 3 individu.
INTENSITAS DAN PREVALENSI EKTOPARASIT BERDASARKAN STADIA UMUR IKAN PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI BALAI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR (BPBIAT) KOTA CIREBON, JAWA BARAT Alfiyani, Nur; Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v1i1.19

Abstract

The aim of this research is to identify ectoparasites and determine the value of the intensity and prevalence of ectoparasites in the egg stage, larval stage, adult stage and parent stage on tilapia (Oreochromis niloticus) at Freshwater Fish Cultivation Development Center (BPBIAT) Cirebon City, West Java. The method used in this study is observation. Fish sampling was taken randomly as much as 5% with different of the each stage, in the age stage, larval stage, adult stage, and parent stage. The results showed that obtained of the parasite Trichodina sp, Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, and Cichlidogyrus sp. Highest intensity of ectoparasites was Trichodina sp as much as 6,3 and lowest intensity of ectoparasites was Cichlidogyrus sp as much as 0,1. Highest intensity of ectoparasites was parent stage as much as 6,6 and lowest intensity of ectoparasites was egg stage as much as 0. Highest prevalence of ectoparasites was parent stage as much 66,67% and lowest prevalence of ectoparasites was egg stage as much as 0%.
PENGARUH PAKAN MAGGOT TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE ( Clarias SP ) Muluk, Ridlo Maulana Akhsanul; Umi Hartanti, Ninik; Farkha Dina, Karina
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.58

Abstract

Pakan merupakan salah satu unsur penting dalam perkembangan kegiatan budidaya yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Pakan pada kegiatan budidaya umumnya menggunakan pakan komer- sial yang menghabiskan sekitar 60-70% dari total biaya produksi yang dikeluarkan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan maggot terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya biaya pakan komersial dalam budidaya ikan lele, sehingga diperlukan alternatif pakan yang lebih ekonomis dan tetap mendukung pertumbuhan ikan. Maggot (Hermetia illucens) memiliki kandungan protein tinggi yang berpotensi sebagai pakan alternatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan pakan: (A) 100% pakan komersial, (B) 70% pakan komersial + 30% maggot, (C) 50% pakan komersial + 50% maggot, dan (D) 100% maggot. Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan panjang dan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan (FCR), efisiensi pakan, serta tingkat kelangsungan hidup ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C (50% pakan komersial + 50% maggot) memberikan pertumbuhan panjang dan bobot tertinggi, dengan FCR optimal dan efisiensi pakan yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Semua perlakuan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 100%. Kualitas air selama penelitian pada kisaran yang layak untuk kelangsungan hidup ikan lele.
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS PAKAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA (Tubifex sp) Mina Persila Rumfabe; Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.62

Abstract

Cacing sutera (Tubifex sp) merupakan pakan alami alternatif yang dapat dikembangkan. Cacing sutra dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan karena mengandung nutrisi yang tinggi. pertumbuhan cacing sutra (Tubifex Sp) memerlukan nutrisi dan media hidup yang cocok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan limbah sawi, ampas tahu dan dedak padi sebagai media budidaya terhadap pertumbuhan dan populasi cacing sutra (Tubifex sp). Bahan dan alat yang digunakan diantaranya: cacing sutra, EM4, limbah sawi. dedak padi, dan ampas tahu. Alat : box plastik, alat ukur kualitas air pH, suhu,DO, dan alat tulis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 1 kontrol, tiap perlakuan memiliki 3 ulangan yang setiap ulangan terdiri dari 10 gram cacing sutra. Sebagai perlakuan pemberian pakan organik cacing sutra. dengan dosis A (limbah sawi 50%, ampas tahu 15% dedak padi 35% ), B (limbah sawi 50%, ampas tahu 25% dedak padi 25%), C (limbah sawi 50%, ampas tahu 35% dedak padi 15%) dan D (kontrol 0,gr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan populasi. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan pertumbuhan bobot 16,45 gr dan populasi cacing sutra sebesar 3,757 gr, disusul perlakuan B dengan pertumbuhan bobot sebesar 13,13 gr dan populasi 3,126 ind/gr, kemudian perlakuan A dengan pertumbuhan sebesar 9,66 gr dan populasi 3,010 gr, dan perlakuan terendah D dengan pertumbuhan sebesar 7,24 gr dan populasi 2,965 ind/gr. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan cacing sutra (Tubifex sp).
PEMBERIAN PAKAN ALAMI KEONG MAS (Pomacea Canaliculata) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN GURAME (Osphronemus Goramy) Dami Walia; Nurjanah; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 2 No 2 (2024): Volume 2 No.2 2024
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v2i2.64

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus goramy) merupakan salah satu jenis ikan air tawar asli Indonesia yang sudah lama dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat. Kualitas benih ikan gurame yang baik, salah satunya sangat ditentukan oleh pakan alami yang dikonsumsi. Pakan alami yang dikonsumsi tersebut harus memiliki kandungan nutrisi cukup dan sesuai dengan bukaan mulut larva ikan. Pakan alami sebagai pakan awal sangat mendukung kualitas yang baik dari larva ikan. Salah satu contoh pakan alami untuk benih ikan gurame (Osphronemus goramy) adalah Keong mas (Pomacea canaliculata). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dosis pemberian pakan alami keong mas yang berpengaruh pada laju pertumbuhan dan kelulusan hidup ikan Gurame (Osphronemus goramy). Bahan dan alat yang digunakan diantaranya: benih ikan gurame ukuran 5-7 cm, EM4, pellet dan keong mas. Alat : akuarium, alat ukur kualitas air pH, suhu,DO, dan alat tulis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 1 kontrol, tiap perlakuan memiliki 3 ulangan yang setiap ulangan terdiri dari 10 ekor benih ikan gurame. Sebagai perlakuan pemberian pakan alami keong mas. dengan dosis A (15 Ind/gr), B (30 Ind/gr), C (45 Ind/gr) dan D (Kontrol 0,gr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap perlakuan berbeda sangan nyata terhadap pertumbuhan bobot biomassa mutlak individu dan laju pertumbuhan harian dan berpengaru nyata terhadap pertumbuhan panjang ikan gurame. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan pertumbuhan sebesar 9,37 gr, dan laju pertumbuhan harian sebesar 0,334 gr. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan gurame pada perlakuan A,B,C dan D (Kontrol) r 100 %. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan ikan gurame.
POLA PERSEBARAN JENIS KEPITING BAKAU ( SCYLLA SERRATA ) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE PANDANSARI DESA KALIWLINGI BREBES. Fajar Firmanulloh; Nurjanah; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 2 No 2 (2024): Volume 2 No.2 2024
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v2i2.67

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem mangrove sehingga kepiting bakau merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Kebutuhan konsumen akan kepiting bakau (Scylla serrata) sebagian besar masih dipenuhi dari hasil penangkapan di alam yang sifatnya fluktuatif. Guna menunjang usaha budidaya kepiting yang efektif, efisien dan menguntungkan secara ekonomis perlu dilakukan pengkajian terhadap sifat-sifat biologis kepiting bakau. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui Pola Persebaran Jenis Kepiting Bakau (Scylla serrata) di kawasan Hutan Mangrove Dukuh Pandansari, Desa kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan untuk mengetahui bagaimana pola persebaran kepiting bakau (Scylla serrata) di bubu/perangkap. Alat yang digunakan seperti bubu/perangkap, umpan, alat untuk cek kualitas air, penggaris dan timbangan. Penelitian ini terdapat 3 lokasi, stasiun 1 berlokasi di Tambak Hutan Mangrove, stasiun 2 berlokasi berlokasi di Kawasan Hutan Mangrove dekat Sungai Pemali, stasiun 3 berlokasi di Dermaga Pulau Hutan Mangrove. Berdasarkan Penelitian diperoleh jumlah Kepiting Bakau (Scylla serrata) dari 3 stasiun 10 ekor, pola persebaran jenis kepiting bakau (Scylla serrata) yang terbanyak diperoleh di stasiun 2 yang berlokasi di kawasan Hutan Mangrove dekat Sungai Pemali yaitu 4 ekor. Berdasarkan rationya, jumlah kepiting bakau Jantan yang diperoleh 6 ekor dan Betina 4 ekor dengan persebaran ratio jenis kepiting bakau Jantan dan Betina terbanyak berturut-turut yaitu stasiun 2 diperoleh 2 Jantan dan 2 Betina, sedangkan di stasiun 1 dan 3 diperoleh 2 Jantan dan 1 Betina.