Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembacaan Peluang Budidaya Ikan dalam Ember sebagai Pemanfaatan Bahan Pangan Fithor, Alin; Suyono, Suyono; Sutaman, Sutaman; Nurjanah, Nurjanah; Umi Hartanti, Ninik; Farkha Dina, Karina
Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/maslahah.v6i1.11927

Abstract

This study aims to improve community welfare by developing budikdamber. By introducing new tools and more efficient cultivation methods, this study makes a real contribution to the Wanasari Village, Brebes community. The socialization and training carried out succeeded in increasing community interest in Budikdamber. The results of this study are expected to be a reference for the development of budikdamber in other areas.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG CACING TANAH DAN TEPUNG MAGGOT Firmansyah, Dimas; Sutaman, Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No.2 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i2.49

Abstract

Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) merupakan ikan karnivora yang dapat mengkonsumsi pakan alternatif seperti Tepung Cacing Tanah dan Tepung Maggot. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Tepung Cacing Tanah dan Tepung Maggot terhadap laju pertumbuhan benih ikan kakap putih. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pancasakti Tegal, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: (A) Tepung Cacing Tanah, (B) Tepung Maggot, (C) Campuran Tepung Cacing Tanah dan Tepung Maggot, (D) Kontrol, Setiap perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot individu mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), serta rasio konversi pakan (FCR). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis tidak berbeda nyata secara deskriptif, hasil tertinggi perlakuan B dengan laju pertumbuhan harian 0,106 gram/hari, dan perlakuan terendah A sebesar 0,086 gram/hari. Pertumbuhan bobot individu mutlak terbaik juga ditemukan pada perlakuan B yaitu 3,00 gram, disusul C sebesar 2,73 gram. Pertumbuhan panjang mutlak menunjukkan hasil tertinggi pada perlakuan B sebesar 1,1 cm dan C dengan 0,96 cm. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan B (93,3%), dan perlaukan terendah A (80%). Rasio konversi pakan tertinggi ditemukan pada perlakuan B (2,2). Secara kesimpulan, Tepung maggot dapat dijadikan pakan alternatif untuk mendukung pertumbuhan benih ikan kakap putih.
ANALISIS PREVALENSI DAN INTENSITAS PADA BENIH IKAN MAS (Cyprinnus carpio) Zahro, Khusniyati; Sutaman, Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No.2 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i2.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangan infeksi ektoparasit pada ikan mas (Cyprinus carpio) di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada bulan Desember 2024 - Januari 2025. Sampel diambil secara acak (random sampling) dari beberapa lokasi berbeda. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan pada bagian insang, sirip serta lendir secara scrapping. Identifikasi parasit dilakukan dengan cara pengamatan menggunakan mikroskop binocular dengan pembesaran 10×. Identifikasi parasit dilakukan dengan mencocokkan morfologi tubuh parasit dari gambar yang diperoleh dengan beberapa literatur acuan. Pengamatan data pendukung yaitu kualitas air yang seperti pH, DO, suhu,dan amonia. Data yang diperoleh dari sampel yang telah diperiksa, dilakukan perhitungan prevalensi dan intensitas menggunakan rumus. Hasil penelitian ditemukan 5 spesies ektoparasit yang teridentifikasi yaitu Trichodina sp, Trichodinella sp, Ichthyophthirius multifiliis, Dactylogyrus sp, dan Gyrodactylus sp. Tingkat prevalensi ektoparasit tertinggi pada kolam A yaitu Trichodina sp sebesar 68% dengan intensitas 14 individu dan prevalensi terendah pada kolam A yaitu Gyrodactylus sp sebesar 26% dengan intensitas 3 individu. Sedangkan tingkat prevalensi ektoparasit tertinggi di kolam B yaitu Trichodina sp sebesar 60% dengan intensitas 3 individu.