Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fiscal Decentralization, Effectiveness, and Independence in Islamic Economics: Evidence from Local Government of Bandar Lampung Indonesia 2015-2024 Dirga Ananda Syahputra; Dimas Pratomo; Citra Etika
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 9 No. 4 (2025): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v9i4.18548

Abstract

Tujuan penelitian ini menganalisis dinamika kinerja keuangan daerah Kota Bandar Lampung dalam kerangka desentralisasi fiskal di Indonesia, dengan fokus pada efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), derajat kemandirian fiskal, serta tingkat desentralisasi fiskal, dan menginterpretasikan temuan tersebut melalui perspektif keuangan publik Islam. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari APBD Kota Bandar Lampung tahun anggaran 2015–2024 yang dilengkapi dengan wawancara bersama Sekretaris Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung. Tiga rasio utama dihitung dan dianalisis secara longitudinal, yaitu: rasio efektivitas PAD, rasio kemandirian fiskal, dan rasio desentralisasi fiskal. Analisis tren digunakan untuk menilai arah dan kekuatan perubahan selama periode sepuluh tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata rasio efektivitas PAD berada pada kategori cukup efektif, namun mengalami fluktuasi yang tajam, dengan kinerja sangat tinggi pada tahun-tahun awal dan penurunan signifikan pada periode 2020–2022 sebelum mengalami pemulihan parsial pada 2024. Rasio kemandirian fiskal meningkat dari sekitar 10% menjadi lebih dari 40%, yang mengindikasikan tren penguatan kapasitas fiskal daerah, meskipun secara rata-rata masih merefleksikan tingkat kemandirian rendah–menengah. Rasio desentralisasi fiskal juga menunjukkan peningkatan, dari sekitar 9% menjadi mendekati 30%, yang mencerminkan penguatan kontribusi PAD terhadap total penerimaan, namun ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat tetap relatif tinggi. Ditinjau dari perspektif ekonomi dan keuangan publik Islam, konfigurasi fiskal tersebut menggambarkan adanya kemajuan menuju pengelolaan dana publik yang lebih amanah dan berorientasi maslahah, tetapi masih memerlukan optimalisasi mobilisasi penerimaan, penyusunan target yang lebih realistis dan akuntabel, serta penguatan tata kelola untuk secara lebih efektif mendukung tercapainya keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini memberikan penilaian kinerja fiskal daerah selama satu dekade dengan pendekatan rasio pada salah satu kota utama di Provinsi Lampung, serta mengintegrasikan metrik desentralisasi fiskal konvensional dengan perspektif keuangan publik Islam secara eksplisit, sehingga menawarkan kontribusi empiris dan normatif bagi penguatan tata kelola fiskal daerah.