Kualitas tidur diartikan sebagai tingkat kepuasan individu terhadap seluruh aspek yang berkaitan dengan pengalaman tidurnya. Kualitas tidur sering diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menikmati tidur yang berlangsung lama tanpa mengalami keluhan, baik saat tidur maupun saat terbangun. Gangguan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal bisa berupa gangguan psikologis seperti stres dan kecemasan, sementara faktor eksternal dapat meliputi gaya hidup tidak sehat, penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur, serta konsumsi zat stimulan seperti kafein. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dengan kualitas tidur pada mahasiswa program studi S1 Keperawatan semester II di Institut Toraja Raya Indonesia tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan analisis korelasional, serta menerapkan metode cross-sectional, yaitu suatu pendekatan di mana pengukuran terhadap variabel independen dan dependen dilakukan satu kali pada satu waktu tertentu. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan metode simple random sampling dengan jumlah responden 110 mahasiswa. Hasil peneltian menunjukkan mayoritas jenis kelamin responden yaitu perempuan sebanyak 104 responden (95.5%), mayoritas usia responden yaitu berusia 19 tahun sebanyak 53 responden (48.2%). Mayoritas konsumsi kopi ringan sebanyak 67 responden (60.9%)., Mayoritas kualitas tidur baik sebanyak 60 responden (54.5%). Berdasarkan uji statistik SPSS mengunakan uji Kolmogorov-Smirnov ada hubungan konsumsi kopi dengan kualitas tidur pada mahasiswa program studi S1 Keperawatan semester II di Institut Toraja Raya Indonesia tahun 2025 dengan nilai p value = 0.011 (p < 0,05).