Ikhsan Febrian
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Hubungan Gaya Hidup Konsumtif Terhadap Pola Menabung Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara Ikhsan Febrian; Fajli Dwi Ananda; Fahmi Amrullah; Muhd. Taufik; Erikson Saragih
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.13477

Abstract

Gaya hidup konsumtif telah menjadi tantangan utama yang membatasi kapasitas mahasiswa dalam mengelola finansial pribadi, terutama dalam hal menabung. Pesatnya eskalasi era digital, ditandai dengan kemudahan akses ke marketplace dan dompet digital (e-wallet), memfasilitasi transaksi yang seringkali mengesampingkan dampak finansial jangka panjang. Riset ini berorientasi utama untuk menelaah korelasi antara gaya hidup konsumtif dan kebiasaan menabung pada mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara (USU). Penelitian ini bertujuan menutup celah literatur empiris dengan menguji langsung hubungan kedua variabel ini dalam lingkup mahasiswa ekonomi. Pendekatan yang diaplikasikan adalah kuantitatif dengan corak korelasional. Untuk data primer, 60 responden mahasiswa dikumpulkan melalui kuesioner daring (Google Form), dilengkapi dengan data sekunder dari referensi akademik. Tahapan analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, dan diakhiri dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Secara empiris, temuan menunjukkan adanya kaitan substansial antara gaya hidup konsumtif dan pola menabung mahasiswa (r=-0,428, Sig. 0,001). Keterkaitan tersebut bersifat negatif dengan kadar kekuatan sedang, menyiratkan bahwa intensitas gaya hidup konsumtif yang meningkat akan berkorelasi dengan menurunnya frekuensi menabung. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa perilaku konsumtif memiliki dampak yang signifikan dan negatif terhadap pola menabung (dengan kontribusi R2 sebesar 18,3%). Hasil ini menekankan betapa mendesaknya peningkatan literasi dan pengelolaan finansial di lingkungan kampus sebagai langkah nyata untuk mendorong perilaku keuangan yang lebih bijaksana.