Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran dan Fungsi Media dan Sumber Belajar untuk Proses Pembelajaran Jenjang MI/SD Salsabila, Tania; Andina, Fadilla; Hasibuan, Tiasyah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan fungsi media serta sumber belajar dalam proses pembelajaran di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau Sekolah Dasar (SD). Kajian ini menggunakan metode literature research, yaitu dengan menganalisis berbagai referensi ilmiah seperti buku, jurnal, dan artikel akademik yang relevan.Hasil kajian menunjukkan bahwa media dan sumber belajar memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Di antaranya adalah mempercepat proses belajar, meringankan beban guru, serta membuka peluang pembelajaran individual yang sesuai dengan kemampuan siswa. Selain itu, media juga membantu memperkuat landasan ilmiah dalam pengajaran melalui perencanaan yang sistematis dan berbasis riset. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media dan sumber belajar bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai elemen strategis dalam pembelajaran di tingkat MI/SD. Guru dituntut untuk mampu memilih dan mengelola media secara tepat agar pembelajaran menjadi lebih aktif, menarik, dan kontekstual dengan kebutuhan peserta didik.
Phenomenology Subjektif Well Being dan Kearifan Lokal pada Budaya Batak Suku Batak Toba Studi: Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon Silaban, Sondang T.; Dewi, Anggi Muthia; Shafira, Ridna; Salsabila, Tania; Syahputra, Tengku Havidz
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5868

Abstract

This study explores the meaning of Subjective Well-Being (SWB) within the cultural context of the Batak Toba community, grounded in the values of Hamoraon (wealth), Hagabeon (descendants), and Hasangapon (honor). Using a qualitative phenomenological approach, the research examines the lived experiences of two middle-aged Batak Toba women who had been married for over fifteen years without male offspring. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, and analyzed using phenomenological stages including epoche, horizonalization, meaning clustering, and the development of textural and structural descriptions. Findings reveal that SWB in Batak Toba culture is not solely determined by personal satisfaction but strongly shaped by social recognition and adherence to collective cultural values. The absence of a male child is perceived as failure to fulfill Hagabeon, leading to anxiety, shame (maila), feelings of inadequacy, and withdrawal from customary social activities. Although both participants were economically stable, material sufficiency (Hamoraon) alone was insufficient to ensure well-being without lineage continuity and social honor. However, acceptance of destiny, spirituality, and kinship support within the Dalihan Na Tolu system functioned as sources of psychological resilience. The study critically highlights the limitations of material-centered definitions of well-being and emphasizes that, in this cultural context, relational and lineage-based recognition plays a central role in shaping subjective well-being.