Abstrak. Stabilitas keuangan bank sangat bergantung pada kemampuan bank dalam menahan risiko, yang diukur melalui Capital Adequacy Ratio (CAR). PT BPD DKI Syariah sebagai salah satu bank syariah di Indonesia menghadapi tantangan terkait pengelolaan risiko pembiayaan bermasalah yang tercermin dari Non-Performing Financing (NPF) serta pengelolaan likuiditas melalui Financing to Deposit Ratio (FDR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh NPF dan FDR terhadap CAR pada PT BPD DKI Syariah selama periode 2017-2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel bebas (NPF dan FDR) dengan variabel terikat (CAR). Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik Eviews 12, dengan tingkat signifikansi uji pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa NPF berpengaruh negatif signifikan terhadap CAR (t = -2,591520; Sig. = 0,0152), sementara FDR berpengaruh negatif tidak signifikan (t = -0,254268; Sig. = 0,8012). Secara simultan, NPF dan FDR berpengaruh signifikan terhadap CAR (Sig. F = 0,033183. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai integrasi analisis risiko pembiayaan dan likuiditas pada stabilitas keuangan bank syariah di Indonesia. Abstract. The financial stability of a bank is highly dependent on the bank's ability to withstand risks, which is measured by the Capital Adequacy Ratio (CAR). PT BPD DKI Syariah as one of the Islamic banks in Indonesia faces challenges related to managing problematic financing risks as reflected in Non-Performing Financing (NPF) and liquidity management through the Financing to Deposit Ratio (FDR). This study aims to analyze the effect of NPF and FDR on CAR at PT BPD DKI Syariah during the 2017-2024 period. The research method uses a quantitative approach with secondary data in the form of annual financial reports. Data analysis was carried out using multiple linear regression to test the relationship between the independent variables (NPF and FDR) and the dependent variable (CAR). Data analysis was carried out using Eviews 12 statistical software, with a significance level of 5%. The results show that NPF has a significant negative effect on CAR (t = -2.591520; Sig. = 0.0152), while FDR has an insignificant negative effect (t = -0.254268; Sig. = 0.8012). This study provides new insights into the integration of financing and liquidity risk analysis on the financial stability of Islamic banks in Indonesia.