Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENJADWALAN PROYEK DENGAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN GUDANG PT REL-ION STERILIZATION) Ramadina, Putri Natasya; Nurasiyah, Siti; Yustiarini, Dewi
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7564

Abstract

Penjadwalan proyek merupakan elemen penting dalam manajemen konstruksi untuk memastikan proyek selesai tepat waktu, efisien, dan sesuai spesifikasi teknis. Salah satu metode penjadwalan yang efektif adalah Critical Path Method (CPM), yang berfungsi mengidentifikasi jalur kritis rangkaian aktivitas tanpa kelonggaran waktu (zero float) yang menentukan durasi total proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis penjadwalan proyek pembangunan Gudang PT. Rel-Ion Sterilization Services di Cibitung, Bekasi, menggunakan metode CPM, serta membandingkan hasilnya dengan penjadwalan konvensional yang sebelumnya digunakan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis studi kasus. Data sekunder berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan time schedule proyek dianalisis menggunakan teknik forward pass dan backward pass untuk menghitung earliest start (ES), earliest finish (EF), latest start (LS), latest finish (LF), serta float tiap aktivitas. Diagram jaringan kerja disusun untuk memvisualisasikan hubungan ketergantungan antar aktivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode CPM mampu mengidentifikasi aktivitas-aktivitas kritis yang perlu diawasi secara ketat untuk mencegah keterlambatan. Penerapan CPM menghasilkan total durasi proyek yang lebih efisien dibanding metode konvensional, serta memberikan dasar yang lebih akurat bagi pengambilan keputusan manajerial terkait pengendalian waktu dan alokasi sumber daya. Temuan ini menegaskan bahwa CPM merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan ketepatan jadwal dan efisiensi pelaksanaan proyek konstruksi, sekaligus mengurangi risiko keterlambatan.