Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEKNIK NETRALISASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH ANAK BINAAN LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I MEDAN Situmorang, Fandalen; Jarodi, Odi
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7602

Abstract

Penyalahgunaan narkotika oleh anak merupakan salah satu bentuk kenakalan anak yang mengkhawatirkan dan berdampak serius terhadap masa depan generasi muda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tingginya jumlah anak binaan di LPKA Kelas I Medan yang terlibat dalam kasus narkotika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana teknik netralisasi digunakan oleh anak binaan dalam membenarkan penyalahgunaan narkotika yang mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk teknik netralisasi yang digunakan oleh anak binaan sebelum dan selama menjalani pembinaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap 5 anak binaan LPKA Kelas I Medan serta masing-masing 1 orang keluarga atau wali anak binaan tersebut, dan studi dokumentasi pada berkas registrasinya. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima teknik netralisasi, terdapat empat teknik yang digunakan oleh anak binaan: Denial of Responsibility, Condemnation of the Condemners, Appeal to Higher Loyalties, dan Denial of Injury. Denial of Responsibility dan Condemnation of the Condemners merupakan teknik yang paling dominan digunakan, menunjukkan kecenderungan anak binaan untuk memindahkan tanggung jawab kepada faktor eksternal dan mengkritik otoritas. Sementara itu, Appeal to Higher Loyalties dan Denial of Injury muncul dengan intensitas sedang. Denial of the Victim tidak ditemukan dalam narasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa teknik netralisasi berfungsi sebagai mekanisme psikologis dalam merasionalisasi perilaku menyimpang.