Ismail, Noval
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Klasifikasi Sosial Keluarga Inti Anak Broken Home di Desa Hutadaa, Kabupaten Gorontalo Ismail, Noval; Rahmatiah; Latare, Sainudin
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v2i4.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi sosial keluarga inti anak broken home di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa keluarga broken home di desa tersebut tidak hanya berasal dari latar belakang ekonomi rendah, namun juga dari kelompok dengan status sosial yang tinggi seperti PNS dan karyawan swasta. Faktor penyebab utama terjadinya broken home mencakup kegagalan dalam menjalankan peran dan tanggung jawab orang tua, minimnya komunikasi, beban ekonomi, dan ketidakhadiran secara emosional dari salah satu atau kedua orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakutuhan keluarga memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan emosional dan sosial anak, serta menunjukkan bahwa keretakan rumah tangga dapat terjadi tanpa memandang kelas sosial. Penelitian ini menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons menunjukkan bahwa keluarga memiliki empat fungsi pokok, yaitu sosialisasi anak, stabilisasi kepribadian orang dewasa, pemenuhan kebutuhan ekonomi, dan pengaturan afeksi. Ketika terjadi disfungsi, seperti dalam kasus keluarga broken home, fungsi-fungsi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sosialisasi anak menjadi terganggu karena absennya figur peran dari salah satu orang tua, stabilitas emosional anak melemah akibat konflik atau perpisahan, dan pengaturan afeksi dalam keluarga tidak lagi memadai. Hal ini berdampak langsung pada ketidakseimbangan dalam perkembangan kepribadian anak serta mengganggu integrasi sosial di lingkungan sekitar. Dengan demikian, disfungsi keluarga menurut Parsons dapat menjelaskan secara sistematis bagaimana struktur keluarga yang tidak utuh dapat menciptakan ketidakstabilan sosial pada anak.