Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai peluang sekaligus risiko bagi anak, sehingga diperlukan pendekatan pengasuhan yang adaptif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model preventif pengasuhan digital guna membangun digital resiliensi anak di era siber. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi terbatas, dan evaluasi. Studi pendahuluan dilakukan melalui kajian literatur, wawancara, dan angket kebutuhan kepada orang tua dan praktisi pendidikan untuk mengidentifikasi pola pengasuhan digital dan tantangan yang dihadapi. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pengasuhan digital yang diterapkan orang tua masih cenderung reaktif dan belum terstruktur, serta belum berorientasi pada penguatan keterampilan adaptif anak. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan model preventif pengasuhan digital yang mencakup prinsip pengasuhan preventif, peran orang tua sebagai pendamping dan fasilitator digital, strategi komunikasi terbuka dalam keluarga, penguatan nilai dan regulasi diri anak, serta kolaborasi dengan lingkungan sekolah. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa model yang dikembangkan berada pada kategori layak dan relevan. Uji efektivitas terbatas menunjukkan bahwa penerapan model mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital, serta berkontribusi pada peningkatan digital resiliensi anak, khususnya dalam mengenali risiko daring, mengelola penggunaan gawai, dan berkomunikasi secara terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model preventif pengasuhan digital efektif sebagai pendekatan preventif dan promotif, serta berpotensi diimplementasikan secara luas dalam program parenting dan layanan bimbingan dan konseling berbasis keluarga. Kata kunci: pengasuhan digital, digital resiliensi, anak, preventif, research and development