Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara strategi pengembangan organisasi, strategi pengambilan keputusan dan transformasi digital terhadap adaptabilitas UMKM dengan mediasi organizational agility pada UMKM bidang jasa kecantikan. Manfaat penelitian ini dilakukan untuk membuktikan adanya keterkaitan diantara seluruh variabel. Teknik pengumpulan data dilakukan secara sistematis melalui kombinasi teknik kualitatif yang mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi (Ritchie et al., 2024). Wawancara digunakan untuk menggali pandangan dan pengalaman informan secara langsung, sementara observasi dilakukan di lingkungan UMKM untuk menangkap dinamika aktivitas secara alami. Dokumentasi seperti laporan usaha, media promosi, dan catatan kegiatan dianalisis sebagai pelengkap untuk memperkaya data. Berdasarkan hasil penelitian, 7 hipotesis seluruhnya dapat diterima yaitu strategi pengembangan organisasi berpengaruh terhadap organizational agility, transformasi digital & learning berpengaruh terhadap organizational agility, strategi pengambilan keputusan berpengaruh terhadap organizational agility, organizational agility berpengaruh terhadap adaptabilitas UMKM, organizational agility memediasi strategi pengembangan organisasi terhadap adaptabilitas UMKM, organizational agility memediasi strategi pengambilan keputusan terhadap adaptabilitas UMKM dan organizational agility memediasi transformasi digital & learning terhadap adaptabilitas UMKM. Penggabungan cara manajemen, pengembangan organisasi dan pengambilan keputusan dalam satu studi dengan tetap berfokus pada cara bisnis kecil ini bisa tetap lincah dan adaptif di tengah perubahan cepat zaman digital. Noona Hair & Beauty mempunyai strategi khusus dalam mengembangkan usahanya yaitu dengan menggunakan sistem digital dan selalu beradaptasi dengan perubahan di lingkungan bisnis. Melalui strategi pengembangan perusahaan, strategi pengambilan keputusan serta transformasi digital & learning yang tepat, akan membuat usaha ini lebih agile sehingga formula tersebut dapat diterapkan pada UMKM lain dengan bidang usaha serupa.