Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kerja pada proses manufaktur PT Komatsu Undercarriage Indonesia (PT KUI) yang menunjukkan urgensi penguatan implementasi K3 dan perbaikan lingkungan kerja dalam mendukung optimalisasi human capital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kondisi lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui pendekatan human capital di PT Komatsu Undercarriage Indonesia. Penelitian menggunakan metode mix method, menggabungkan kuantitatif melalui survei Likert terhadap 100 karyawan dan kualitatif melalui wawancara semi terstruktur serta observasi mendalam, didukung data sekunder dari literatur dan dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi K3 yang komprehensif, termasuk pengendalian risiko ekstrim melalui HIRADC dan FMEA, serta perbaikan engineering control seperti ventilasi, pendinginan, tata letak ergonomis, dan pengelolaan coolant stagnan, meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta fokus kerja karyawan. Lingkungan kerja yang mendukung secara fisik dan psikologis berperan memperkuat motivasi, disiplin, perilaku ekstra-peran (OCB), dan pemanfaatan kompetensi karyawan sebagai aset human capital. Temuan menunjukkan bahwa K3 dan kondisi lingkungan kerja secara simultan menjadi enabler utama yang memungkinkan human capital berkontribusi optimal terhadap produktivitas, kualitas output, dan stabilitas operasional. Implikasi penelitian menegaskan bahwa penguatan K3 dan optimalisasi lingkungan kerja bukan sekadar kepatuhan normatif, melainkan strategi investasi human capital yang meningkatkan performa jangka panjang, keberlanjutan, dan keunggulan kompetitif PT Komatsu Undercarriage Indonesia.