Era disrupsi dan pesatnya kemajuan teknologi informasi telah membawa tantangan signifikan bagi dunia pesantren, termasuk risiko degradasi akidah di kalangan santri akibat fondasi keagamaan yang kurang kokoh. Fenomena ini menuntut adanya penguatan internalisasi nilai-nilai aqidah Islamiyah secara komprehensif guna membentuk karakter spiritual yang tangguh dalam menghadapi kompleksitas zaman. Salah satu pendekatan strategis yang dapat diterapkan adalah penguatan pemahaman Aqaid Saeket Sokarajjeh melalui artikulasi bahasa Madura sebagai instrumen transmisi nilai yang kontekstual. Tujuan penelitian menganalisis hakikat aqaid Saeket, menaganalisis Aqaid Saeket menggunakan bahasa Madura serta menganalisis praktek amaliyah Aqaid Saeket di pesantren maupun di masyarakat. Metode penelitian: Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui penyajian data, reduksi data dan verifikasi. Teknis uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian: 1) Aqaid Saeket Sokarajjeh berisi: dua kalimat syahadat, tentang sifat-sifat Allah dan Rasul, Nama-nama Rasul, Kitab, Malaikat, rukun Islam, rukun iman, ditutup dengan ajakan taat kepada Allah; 2) Aqaid Saeket Sokarajjeh menggunakan Bahasa madura dan tidak boleh disalin ke dalam Bahasa lainnya. Jika ada yang tidak faham Bahasa Madura, maka dilakukan penerjemahan atau penafsiran. Ketidakbolehan alih bahasa dikarenakan memang tidak ada ijin dari penggubahnya dan di dalamnya ada makna yang sirri; 3) Aqaid Saeket di pesantren Sukorejo diamalkan sebelum shalat Isya’ (sebagai dzikir sebelum Isya;, dibaca di mushalla-mushalla warga sekitar, diamalkan di pesantren/lembaga milik alumni, di Lembaga-lembaga cabang sukorejo, dan disyi’arkan melalui kegiatan-kegiatan santri atau mahasiswa dan di saat kegiatan Khidmah tarbiyah. Penelitian ini diharapkan dapat memebrikan konstribusi keilmuan bagi para pelajar dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai Aqidah dan sebagai referensi bagi peneliti berikutnya.