Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Enforcement of Criminal Law against Land Grabbing Crimes in Indonesia Pahana, Ferdinan babo; Prawesti, Wahyu; Aribawa, M. Yustino
Rechtsvinding Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.1336

Abstract

Land is an important asset that has high economic, social, and cultural value for the people of Indonesia. The high value of land often triggers land conflicts, one of which is in the form of land grabbing. Land grabbing is an unlawful act carried out by controlling, occupying, or transferring rights to land belonging to others without the permission of the rightful party. This article aims to analyze law enforcement against the crime of land grabbing and examine the application of criminal sanctions based on Article 385 of the Criminal Code. The research method used is normative legal research with a legislative and conceptual approach. Legal materials are obtained through literature studies that include laws and regulations, legal literature, and relevant scientific journals. The results of the study show that although there are legal arrangements that regulate the crime of land grabbing, law enforcement still faces various obstacles, such as weak coordination between agencies, complexity of evidence, and the tendency to resolve land conflicts that overlap between criminal and civil channels. Therefore, it is necessary to strengthen more consistent criminal law enforcement, accompanied by preventive efforts through land registration and increasing public legal awareness to ensure certainty and legal protection of land rights.
Pertanggungjawaban Terdakwa dalam Kecelakaan Lalu Lintas (Studi Putusan No. 156 K/Pid/2024) Belo, Alekxia Benga; Marwiyah, Siti; Aribawa, M. Yustino
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pertanggungjawaban pidana terdakwa dalam kasus kecelakaan lalu lintas fatal serta membedah ratio decidendi hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 156 K/Pid/2024. Kasus ini menjadi krusial untuk dikaji karena melibatkan terdakwa Roni S. Yadu yang mengendarai sepeda motor di bawah pengaruh minuman beralkohol jenis “cap tikus”, yang mengakibatkan tabrakan maut menewaskan korban Hais Hoga di Jalan Trans Sulawesi . Metode penelitian yang diterapkan adalah yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus guna menelaah struktur penalaran hukum hakim secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terdakwa didasarkan pada terpenuhinya unsur kesalahan dalam bentuk kealpaan berat (culpa lata), di mana terdakwa terbukti melanggar Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 akibat pengabaian standar keselamatan publik secara sadar . Pertimbangan hakim dalam menguatkan pemidanaan pada tingkat kasasi menegaskan bahwa pengaruh alkohol tidak menghapuskan kemampuan bertanggung jawab melalui doktrin actio libera in causa, melainkan menjadi faktor determinan yang memperjelas adanya sikap batin yang tidak peduli terhadap nyawa manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teori sebab-akibat adekuat secara sah membuktikan hubungan langsung antara kelalaian berat terdakwa dengan kematian korban. Selain itu, hasil kajian memberikan implikasi penting bagi penegak hukum dalam menetapkan kualifikasi kesalahan pengemudi mabuk demi mewujudkan keadilan hukum yang preventif dan edukatif bagi masyarakat pengguna jalan raya.