Chimney pada pabrik kelapa sawit merupakan tahap terakhir yang dilalui emisi hasil pembakaran bahan bakar boiler. Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) dilakukan untuk menganalisa konsentrasi partikulat dengan variasi tinggi dan kecepatan aliran chimney. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah Metode CFD yang dilakukan menggunakan software Ansys Workbench (fluent) 2024 R1 dengan variasi tinggi chimney yang digunakan yaitu 20, 24, 28, 32, 36 m dan kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, 16 m/s. Diameter partikulat yang diamati 10 µm dengan laju emisi 0,0024 kg/s. Hasil penelitian didapatkan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 20 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 875, 152, 88,8, 70,6, dan 59,7 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 24 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 578, 152, 86,2, 69,9, dan 52,1 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 28 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 351, 114, 83,6, 68,7, dan 51,3 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 32 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 285, 100, 83,3, 62,8, dan 51,3 mg/m3. Dan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 36 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 171, 98,2, 76,2, 60,6, dan 50,5 mg/m3 Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan tinggi dan kecepatan aliran pada chimney menghasilkan konsentrasi partikulat yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya ruang partikulat untuk berdistribusi dan waktu partikulat berakumulasi yang lebih singkat.