Kadar nikel dalam sampel nikel ore, diperlukan metode analisis yang cepat, akurat, dan efisien. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah X-Ray Fluorescence (XRF), yang merupakan teknik analisis non-destruktif yang sangat efektif untuk mendeteksi unsur-unsur dalam sampel. Khususnya, Wavelength Dispersive X-Ray Fluorescence (WDXRF) adalah teknik XRF yang mampu memberikan hasil analisis yang sangat presisi dan dapat digunakan untuk analisis unsur-unsur secara simultan dalam satu kali pengukuran. Namun, agar teknik WDXRF dapat memberikan hasil yang akurat, sampel perlu dipersiapkan dengan baik. Salah satu cara untuk mempersiapkan sampel yang ideal adalah dengan menggunakan metode press. Metode ini digunakan untuk mengompresi sampel menjadi pelet yang padat, yang memungkinkan sinar-X untuk menembus sampel dengan lebih homogen, sehingga menghasilkan pembacaan yang lebih akurat dan reproducible. Berdasarkan hasil penelitian, metode press berpengaruh terhadap tekanan (preasure) dalam analisis kadar nikel pada sampel nikel ore menggunakan metode EDXRF. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar nikel dalam sampel yang diuji berkisar antara 1,590 – 1,640%, yang mendekati nilai standar CRM (1,640%). Hal ini menunjukkan bahwa metode EDXRF memiliki akurasi yang baik dalam menentukan kadar nikel. Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas sampel terhadap pembacaan XRF meliputi kelembaban sampel MC berkisar 41,00% hingga 45,16%. Kandungan air yang tinggi dapat mempengaruhi akurasi analisis XRF dengan menghambat sinyal fluoresensi nikel. Oleh karena itu, proses pengeringan sebelum analisis sangat penting untuk mengurangi efek matriks dan meningkatkan sensitivitas deteksi